Palangka Raya – Peluang Kalimantan Tengah kembali memiliki klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia semakin terbuka. Presiden Adhyaksa FC, Eko Setyawan, melakukan peninjauan Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, sebagai bagian dari proses penjajakan menjadikan stadion tersebut sebagai markas klub untuk menghadapi kompetisi Super League musim depan.
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Adhyaksa FC tengah mempertimbangkan Kalimantan Tengah sebagai basis baru sekaligus pusat pengembangan sepak bola di wilayah tersebut.
Eko Setyawan menjelaskan, kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah dibangun bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sejak dua tahun lalu. Menurutnya, daerah ini memiliki potensi besar dalam melahirkan pesepak bola profesional yang mampu bersaing di level nasional.
“Pembicaraan ini sudah berlangsung sejak dua tahun lalu bersama Pak Gubernur. Saat itu disampaikan bahwa Kalimantan Tengah memiliki banyak talenta muda yang berpotensi menjadi pemain profesional bahkan memperkuat Timnas Indonesia,” ujarnya.
Promosi Adhyaksa FC ke Super League dinilai menjadi momentum yang tepat untuk merealisasikan rencana tersebut. Klub tidak hanya akan membawa tim senior, tetapi juga program pembinaan usia muda melalui Elite Pro Academy untuk kelompok U-16, U-18, dan U-20 dengan prioritas bagi pemain asli Kalimantan Tengah.
“Kami ingin membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan memberikan kesempatan bagi anak-anak Kalimantan Tengah berkembang hingga level nasional,” kata Eko.
Ia juga menegaskan bahwa Adhyaksa FC dibangun dengan manajemen profesional dan memiliki rekam jejak perkembangan yang cepat. Dalam waktu empat tahun, klub tersebut berhasil menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah memulai perjalanan dari kompetisi amatir.
Apabila Palangka Raya resmi menjadi home base Adhyaksa FC, Kalimantan Tengah berpeluang kembali memiliki representasi di kompetisi tertinggi sepak bola nasional setelah beberapa tahun terakhir tidak memiliki klub di level tersebut.
Kehadiran klub profesional juga diperkirakan akan menciptakan dampak ekonomi melalui meningkatnya aktivitas UMKM, sektor jasa, pariwisata olahraga, hingga tumbuhnya industri sepak bola lokal yang melibatkan akademi, komunitas, dan kelompok suporter.
Eko berharap rencana tersebut mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat sehingga sepak bola dapat berkembang sebagai olahraga prestasi sekaligus ruang hiburan dan aktivitas sosial bagi warga.
“Sepak bola harus menjadi milik semua masyarakat, menjadi tempat berkumpul keluarga, bersilaturahmi, dan menikmati pertandingan bersama di stadion,” tutupnya.(Red)