WhatsApp Image 2026-07-27 at 21.48.27

Palangka Raya – Fenomena kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Palangka Raya mulai menjadi perhatian berbagai kalangan. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewan Pengembang Indonesia (DEPRINDO) Kalimantan Tengah, Yemima Eka Ampung, mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan agar kondisi tersebut tidak semakin memburuk.

Menurut Yemima, kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, perekonomian, hingga dunia usaha, termasuk industri properti dan konstruksi. Karena itu, penanganan kabut asap dinilai membutuhkan sinergi seluruh elemen, baik pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah untuk mengutamakan keselamatan dengan mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti masker N95, serta memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi.

Yemima juga mengingatkan kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, agar membatasi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara menurun akibat kabut asap. Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi pada mata maupun saluran pernapasan.

Di sisi lain, ia menegaskan pentingnya upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah dalam bentuk apa pun. Menurutnya, langkah pencegahan menjadi cara paling efektif untuk menekan potensi munculnya titik api yang dapat memperparah kabut asap di Kalimantan Tengah.

DPW DEPRINDO Kalimantan Tengah, lanjut Yemima, mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan pemerintah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

“Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan harus terus kita jaga demi melindungi masyarakat dan masa depan Kalimantan Tengah. Mari bersama-sama menjaga bumi Kalimantan Tengah yang kita cintai. Dengan kepedulian, disiplin, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, kami optimistis kondisi ini dapat kita lalui dengan baik,” ujar Yemima.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *