ChatGPT Image Jun 28, 2026, 10_52_05 AM

Palangka Raya – Festival Tari Anak Kalimantan Tengah Tahun 2026 resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, di Panggung Terbuka UPT Taman Budaya Palangka Raya, Sabtu (27/6/2026). Mengusung tema “Laras Gerak”, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi puluhan anak dari berbagai sanggar seni untuk menampilkan kemampuan mereka dalam seni tari tradisional.

Dalam sambutannya, Aisyah mengatakan festival ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya daerah kepada generasi muda sejak usia dini. Menurutnya, pengenalan budaya dapat menjadi salah satu cara membangun karakter anak agar memiliki rasa bangga terhadap identitas daerahnya.

“Festival Tari Anak Kalimantan Tengah merupakan wujud komitmen bersama dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya daerah sejak usia dini,” ujarnya.

Aisyah menjelaskan tema “Laras Gerak” menggambarkan harmoni yang diwujudkan melalui setiap gerakan tari. Ia menilai setiap tarian tradisional tidak hanya menghadirkan unsur estetika, tetapi juga memuat nilai-nilai kehidupan, penghormatan terhadap leluhur, semangat kebersamaan, serta warisan budaya yang perlu diteruskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, Kalimantan Tengah memiliki beragam tarian tradisional yang lahir dari berbagai tradisi, ritual adat, permainan rakyat, hingga inspirasi dari alam. Melalui festival ini, anak-anak memperoleh ruang untuk menampilkan bakat sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Aisyah juga mengapresiasi dukungan panitia, guru, orang tua, dan sanggar seni yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan festival sebagai pengalaman belajar tanpa terlalu berorientasi pada hasil perlombaan.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah pengalaman, keberanian untuk tampil, kebersamaan yang dibangun, dan keceriaan yang kalian bagikan,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Adi Soeseno, dalam laporan yang dibacakannya menyampaikan Festival Tari Anak Kalimantan Tengah 2026 diikuti oleh 10 sanggar seni dan budaya dari Kota Palangka Raya dan sekitarnya dengan jumlah peserta sekitar 60 anak.

Kesepuluh sanggar tersebut terdiri atas Yayasan Usaha Mulia (YUM), Sanggar Seni dan Budaya Tunjung Nyaho, Kahanjak Huang, Ruai Bajenta, Bawi Bahalap, Riak Renteng Tingang, Betang Batarung, Tut Wuri Handayani, Kacapi Kolingu Naah, dan Darung Tingang.

Adi menyebut tingginya partisipasi peserta menunjukkan minat anak-anak terhadap seni budaya daerah masih cukup besar ketika tersedia ruang untuk berkreasi. Ia berharap festival tersebut dapat terus menjadi agenda tahunan sebagai sarana pembinaan sekaligus pelestarian seni budaya Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah yang juga Sekretaris TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah Adiah Chandra Sari, Kepala UPT Taman Budaya Wildae D. Binti, para pelatih, orang tua, serta peserta festival.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *