WhatsApp Image 2026-08-07 at 13.42.19

PALANGKA RAYA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Tengah memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui audiensi bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi dalam penguatan informasi publik, peningkatan literasi digital, serta mendukung penyebarluasan informasi pembangunan hingga ke tingkat desa.

Audiensi yang berlangsung di Kantor Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah itu dipimpin Ketua SMSI Kalimantan Tengah Akhiruddin bersama jajaran pengurus. Turut mendampingi Sekretaris Aris Kurnia Hikmawan, Wakil Ketua Bidang Sumber dan Pengembangan Usaha Digital Andrian Fathurrahman Sidiq, Seksi Organisasi, Pendataan dan Verifikasi Fernando Rajagukguk, serta Seksi Hubungan Antar Lembaga Nanda Achmad Hermawan.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Adiah Chandra Sari, S.H., M.H. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang kerja sama dalam mendukung komunikasi publik yang efektif, penyebarluasan informasi pembangunan, serta penguatan ekosistem media yang profesional dan bertanggung jawab.

Adiah Chandra Sari menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran SMSI Kalimantan Tengah. Menurutnya, perusahaan media siber memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan mudah dipahami.

Ia mengatakan, keberhasilan suatu program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaannya, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai tujuan, mekanisme, dan sasaran program tersebut.

“Berbagai program pembangunan maupun bantuan pemerintah akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai tujuan, mekanisme, hingga sasaran program tersebut. Karena itu, publikasi memiliki peran yang sangat penting agar setiap kebijakan pemerintah dapat diketahui dan dipahami masyarakat secara luas,” ujarnya.

Menurut Adiah, kolaborasi antara pemerintah dan media menjadi bagian penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik. Dengan jaringan perusahaan media yang dimiliki SMSI di berbagai daerah, penyebarluasan informasi dinilai dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga masyarakat memperoleh informasi yang tepat dan bermanfaat.

Ia juga menilai perkembangan media digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah dalam membangun komunikasi publik yang adaptif.

“Perkembangan media digital tidak dapat kita hindari. Karena itu, yang perlu kita lakukan adalah memastikan ruang digital tetap menjadi ruang yang sehat, independen, bertanggung jawab, dan menghadirkan informasi yang berkualitas. Dalam konteks itu, kehadiran SMSI menjadi sangat penting karena menghimpun perusahaan media yang memiliki komitmen terhadap profesionalisme dan etika jurnalistik,” katanya.

Sementara itu, Ketua SMSI Kalimantan Tengah Akhiruddin menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang publikasi, pengembangan media, literasi digital, serta penguatan ekosistem pers di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, perusahaan media yang tergabung dalam SMSI memiliki tanggung jawab menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan memberikan nilai edukasi kepada masyarakat.

“SMSI selalu siap berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah maupun seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kemajuan Kalimantan Tengah. Kami ingin perusahaan media yang tergabung dalam SMSI tidak hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang mampu menghadirkan informasi yang berkualitas, mendidik, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Akhiruddin.

Dalam audiensi tersebut, Akhiruddin juga memaparkan rencana pembentukan Pokja News Room Jaga Desa yang sedang dipersiapkan SMSI Kalimantan Tengah. Program tersebut merupakan implementasi kerja sama antara Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) sebagai bagian dari Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa).

Ia menjelaskan, program tersebut bertujuan memperkuat transparansi tata kelola pemerintahan desa melalui penyebarluasan informasi publik, sekaligus mendorong peningkatan literasi masyarakat, ketahanan pangan, pemberdayaan desa, dan budaya keterbukaan informasi.

Menurutnya, News Room Jaga Desa diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan perusahaan media untuk menghadirkan informasi pembangunan yang akurat hingga ke tingkat desa.

SMSI Kalimantan Tengah juga berharap Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah dapat menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program tersebut sehingga penyebarluasan informasi pembangunan dapat berjalan lebih efektif serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *