PALANGKA RAYA – Partai Golkar Kalimantan Tengah mulai mengerucutkan rencana pelantikan kepengurusan periode baru. Bukan hanya pengurus tingkat provinsi, kepengurusan DPD Golkar kabupaten dan kota juga diarahkan untuk dilantik dalam satu agenda bersama.
Ketua DPD Partai Golkar Kalteng, Edy Pratowo, mengatakan skema tersebut masih dikoordinasikan dengan DPP Partai Golkar. Selain pertimbangan efisiensi, format pelantikan serentak juga membuka peluang kehadiran Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Maunya kita nanti dengan provinsi maupun kabupaten/kota rencananya serentak (pelantikan) biar simpel biar Pak Ketum (Bahlil Lahadalia) bisa hadir,” kata Edy, Kamis (1/10/2026).
Namun, agenda tersebut belum bisa ditetapkan karena proses Musyawarah Daerah (Musda) di sejumlah kabupaten masih berjalan. Per 2 Oktober 2026, Edy menyebut masih ada tiga daerah yang belum menuntaskan Musda, yakni Barito Utara, Kotawaringin Timur, dan Sukamara.
Edy mengatakan penyelesaian Musda menjadi tahapan yang perlu dituntaskan sebelum jadwal pelantikan diajukan kepada DPP. Batas penyelesaian Musda masih tersedia hingga akhir Oktober sehingga pihaknya tidak ingin terburu-buru menetapkan agenda pelantikan.
“Kan batasnya sampai Oktober, panjang dong (waktunya). Kan yang penting pelaksanaan Musda selesai. Misalnya sampai Oktober itu targetnya selesai, nah nanti kita ajukan,” jelasnya.
Setelah seluruh struktur kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota rampung, DPD Golkar Kalteng akan kembali berkoordinasi dengan DPP untuk menentukan waktu pelantikan. Sinkronisasi jadwal juga mempertimbangkan agenda organisasi Golkar di sejumlah provinsi lain.
“Sebetulnya kita bisa saja melantik, tetapi kami masih mau koordinasikan dengan DPP. Karena ada tren dari provinsi-provinsi lain juga seperti itu,” tegas Edy.
Rangkaian konsolidasi tersebut nantinya tidak berhenti pada seremoni pelantikan. Edy mengatakan agenda pengukuhan akan dilanjutkan dengan kegiatan teknis organisasi, seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) maupun Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda).
Dengan demikian, pelantikan serentak disiapkan sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan kembali struktur kepengurusan Golkar Kalteng dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota setelah seluruh tahapan Musda selesai.