WhatsApp Image 2026-08-15 at 14.41.43

PALANGKA RAYA – Memasuki dunia Pascasarjana bukan sekadar menambah gelar di belakang nama. Di jenjang ini, mahasiswa dituntut mengubah cara berpikir, berani mempertanyakan persoalan, sekaligus mampu mempertanggungjawabkan ilmu yang dihasilkan.

Pesan tersebut menjadi benang merah dalam Orientasi Akademik (ORDIK) mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR) Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (15/8/2026).

Sebanyak 84 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 18 mahasiswa program doktor (S3), 39 mahasiswa magister reguler (S2), dan 27 mahasiswa magister melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Mengusung tema “Membangun Intelektual Pascasarjana yang Profesional, Berintegritas dan Visioner Menuju Indonesia Emas 2045”, ORDIK tidak hanya menjadi pengenalan lingkungan akademik, tetapi juga menjadi pintu awal bagi mahasiswa memahami tuntutan pendidikan di tingkat lanjut.

Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Pascasarjana UPR, Prof. Dr. Petrus Poerwadi, M.S., yang mewakili Direktur Pascasarjana, menekankan bahwa mahasiswa Pascasarjana harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan.

Menurutnya, pendidikan Pascasarjana juga berkaitan erat dengan pembentukan sikap dan budaya akademik. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga perlu membangun hubungan yang baik dengan dosen maupun sesama mahasiswa.

“ORDIK bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian penting untuk membangun budaya akademik dan academic attitude mahasiswa,” pesannya.

Ia menegaskan tiga karakter yang perlu menjadi pegangan mahasiswa selama menjalani pendidikan, yakni profesional, berintegritas, dan visioner. Ketiganya dinilai penting agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi dapat dikembangkan dan memberikan manfaat lebih luas.

Pesan senada disampaikan Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., ASEAN Eng. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa pendidikan Pascasarjana seharusnya mampu mengubah mindset dan cara seseorang melihat sebuah persoalan.

Satu persoalan, menurutnya, bisa dipahami secara berbeda tergantung persepsi dan sudut pandang yang digunakan. Karena itu, mahasiswa perlu mengasah kemampuan bernalar dan tidak hanya mengandalkan hafalan.

“Setiap orang memiliki kecerdasan sesuai bidangnya. Tidak mungkin seseorang menguasai seluruh bidang ilmu,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam arahannya.

Bagi Rektor, kemampuan akademik juga harus berjalan bersama simpati, empati dan integritas. Mahasiswa diingatkan untuk menjunjung tinggi etika keilmuan, termasuk menghindari praktik plagiarisme dalam menghasilkan karya ilmiah.

“Ilmu bukan hanya untuk diketahui, tetapi harus dipahami, dipertanyakan, dikembangkan dan dipertanggungjawabkan,” menjadi semangat yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Untuk memperkaya wawasan mahasiswa baru, ORDIK juga menghadirkan sejumlah narasumber. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. M. Reza Prabowo, S.IP., M.P.A., membawakan materi “Mengembangkan Kecakapan Akademis (Know-How) serta Standar Kerja Keilmuan Tingkat Lanjut.”

Sementara Dr. Merty Ilona, S.P., M.Si., menyampaikan materi mengenai “Menanamkan Nilai Moral, Etika Moral, Etika Keilmuan dan Pertanggungjawaban Publik atas Karya Ilmiah yang Dihasilkan.”

Dari rangkaian materi tersebut, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada sistem akademik Pascasarjana, tetapi juga diajak memahami tanggung jawab yang melekat pada seorang insan akademik.

Pada akhirnya, 84 mahasiswa yang mengikuti ORDIK bukan hanya dipersiapkan untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar. Mereka didorong menjadi intelektual yang mampu membaca persoalan dengan lebih tajam, menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan, membangun jejaring akademik, serta membawa ilmu pengetahuan keluar dari ruang kampus untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

Semangat itulah yang diharapkan menjadi bekal mahasiswa Pascasarjana UPR dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *