IMG-20260817-WA0574

PALANGKA RAYA — Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semata-mata menjadi agenda seremonial. Di Kalimantan Tengah, momentum 17 Agustus juga menjadi ruang untuk menegaskan kembali pentingnya persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Ketua Umum DAD Kota Palangka Raya, Ir. Leonard S. Ampung, M.M., M.T., menilai semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui nilai-nilai yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Kalimantan Tengah, salah satunya falsafah Huma Betang.

Menurut Leonard, Huma Betang bukan sekadar simbol budaya Dayak. Nilai hidup bersama, saling menghormati, menjaga kerukunan, serta menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan kebersamaan menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga keutuhan daerah.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan menjaga persatuan dan kerukunan. Di Kalimantan Tengah kita memiliki falsafah Huma Betang yang mengajarkan bagaimana perbedaan tidak menjadi alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk hidup bersama,” ujarnya selesai mengikuti upacara HUT RI ke 81 tahun di Kantor Gubernur Kalteng, Senin 17/8/2026.

Ia juga menyoroti posisi lembaga adat yang menurutnya memiliki peran lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Lembaga adat tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya maupun penyelesaian persoalan berdasarkan hukum adat, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketertiban sosial dan membangun karakter masyarakat.

Karena itu, Leonard mendorong agar hubungan antara pemerintah daerah, masyarakat adat dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pembangunan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh penguatan nilai sosial dan budaya.

“Pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kearifan lokal jangan ditinggalkan, justru harus menjadi bagian dari kekuatan kita dalam membangun daerah,” katanya.

Bagi Leonard, mengisi kemerdekaan di era sekarang juga berarti menghadirkan kontribusi nyata sesuai bidang masing-masing. Masyarakat, pemerintah, dunia usaha, tokoh adat, generasi muda hingga berbagai organisasi sosial memiliki ruang yang sama untuk mengambil bagian dalam pembangunan Kalimantan Tengah.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya menjaga marwah dan identitas Dayak di tengah perkembangan zaman. Identitas budaya, menurutnya, bukan penghalang bagi kemajuan, melainkan salah satu fondasi yang memperkuat jati diri masyarakat Kalteng.

“Menjadi masyarakat Dayak dan menjadi bagian dari Indonesia bukan dua hal yang bertentangan. Justru identitas dan kearifan lokal kita menjadi bagian dari kekayaan Indonesia,” pungkasnya.

Leonard berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti pada kemeriahan perayaan. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan memiliki makna ketika masyarakat mampu menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan dan bersama-sama memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.

Di Bumi Tambun Bungai, semangat itu dapat menemukan bentuknya dalam Huma Betang: berbeda dalam latar belakang, tetapi tetap satu dalam kehidupan, persaudaraan dan cita-cita membangun daerah.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *