PALANGKA RAYA – Suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (17/8/2026) pagi, mendadak berubah menjadi lebih menegangkan.
Tujuh personel gabungan TNI dan Polri melakukan atraksi terjun payung dari udara. Satu per satu penerjun melayang menuju lapangan Kantor Gubernur Kalteng yang sejak pagi dipenuhi peserta upacara.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut menyaksikan atraksi tersebut.
Yang membuat aksi itu semakin menarik, empat penerjun membawa bendera saat melayang di udara. Selain Sang Merah Putih, turut dibawa bendera yang merepresentasikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Kodam XXII/Tambun Bungai dan Polda Kalteng.
Keempat bendera tersebut diterbangkan secara bergantian sebelum para penerjun mengarahkan parasut menuju titik pendaratan di lapangan Kantor Gubernur.
Aksi tersebut bukan hanya menjadi tontonan di tengah perayaan kemerdekaan. Ada pesan yang sengaja dibawa dari udara: kebersamaan antara TNI, Polri dan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga keamanan sekaligus membangun daerah.
Sang Merah Putih yang dibawa penerjun menjadi simbol utama negara Indonesia. Merah dimaknai sebagai keberanian, sementara putih melambangkan kesucian.
Sementara itu, bendera dengan lambang Isen Mulang membawa identitas Kalimantan Tengah. Istilah yang berasal dari bahasa Dayak tersebut dikenal dengan makna pantang mundur dan pantang menyerah.
Bendera Kodam XXII/Tambun Bungai dan Polda Kalteng melengkapi pesan yang dibawa dari udara. Keduanya merepresentasikan institusi keamanan yang memiliki peran dalam menjaga wilayah sekaligus mendukung masyarakat.
Selama beberapa menit, perhatian peserta upacara tertuju ke langit. Penerjun yang turun satu per satu menjadi pemandangan yang berbeda dari rangkaian upacara kemerdekaan pada umumnya.
Ketika parasut mulai mendekati lapangan, sorak dan tepuk tangan pun terdengar. Setiap penerjun berusaha mendarat sesuai titik yang telah ditentukan.
Atraksi terjun payung tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuan personel gabungan TNI dan Polri dalam menjalankan aksi yang membutuhkan keberanian, ketepatan dan koordinasi.
Empat bendera yang ikut terbang bersama para penerjun juga menjadi simbol visual dari pesan yang ingin disampaikan pada momentum kemerdekaan: Merah Putih sebagai identitas bangsa, Isen Mulang sebagai semangat Kalteng, serta identitas TNI dan Polri sebagai bagian dari sinergi menjaga daerah.
Bagi masyarakat yang menyaksikan, atraksi tersebut menjadi salah satu bagian paling mencolok dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kalteng.
Peringatan kemerdekaan pagi itu tidak hanya berlangsung di lapangan. Untuk beberapa saat, langit Palangka Raya ikut menjadi bagian dari panggung perayaan—tempat tujuh penerjun membawa keberanian, simbol daerah dan pesan kebersamaan sebelum akhirnya mendarat di halaman Kantor Gubernur Kalteng.