CEO BOS Foundation, Jamartin Sihite

PALANGKA RAYA-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menjadi perhatian bagi manusia, tetapi juga terhadap satwa liar, khususnya orangutan yang berada dalam pusat rehabilitasi.

CEO BOS Foundation, Jamartin Sihite, mengatakan pihaknya terus meningkatkan intensitas perawatan terhadap orangutan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak asap.

“Kalau asap sudah masuk dan jumlahnya banyak, tentu bisa menyebabkan sesak napas. Sama seperti manusia. Karena itu, kami meningkatkan intensitas perawatan di kandang maupun di sekolah hutan,”ucapnya, Senin (31/8/2026).

Saat ini terdapat sekitar 230 orangutan yang berada di pusat rehabilitasi BOS Foundation di Nyaru Menteng.

“Meski kondisi saat ini masih aman, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara intensif terhadap kesehatan seluruh orangutan, terutama saat kualitas udara mengalami penurunan akibat kabut asap,” tambahnya.

Selain meningkatkan perawatan, BOS Foundation juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Kehutanan dan instansi terkait, sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan satwa yang berada dalam penanganan mereka.

“Terkait kebakaran lahan, Jamartin menyebut sebagian areal penanaman di kawasan eks Mega Rice Project (MRP) sempat terdampak kebakaran,” lanjutnya.

Namun, untuk kawasan Tangkiling, kebakaran yang terjadi bukan berada di wilayah kerja BOS Foundation.

“Di Tangkiling memang ada area yang terbakar, tetapi bukan area kerja kami. Itu merupakan wilayah kerja BKSDA. Meski begitu, tim kami juga ikut membantu,”tuturnya.

Selain itu memastikan tidak ada orangutan binaan BOS Foundation yang berada di lokasi kebakaran tersebut. Sementara itu, pihaknya juga belum menerima laporan adanya orangutan yang mengalami gangguan kesehatan berat akibat kabut asap.

Dalam hal ini berharap kondisi tetap aman dan kebakaran hutan maupun lahan dapat segera terkendali sehingga tidak menimbulkan dampak lebih luas, baik terhadap manusia maupun satwa liar. Doakan aman terus,”ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *