Bukan Sekadar Cari Juara, Pekan Kreativitas Pemuda Mura Jadi Panggung Anak Muda Unjuk Bakat

PURUK CAHU – Panggung kreativitas anak muda di Murung Raya tidak berhenti pada persoalan siapa yang membawa pulang piala. Pekan Kreativitas Pemuda yang digelar Pemerintah Kabupaten Murung Raya menjadi ruang bagi generasi muda untuk berani tampil, mengasah kemampuan sekaligus belajar menghargai karya orang lain.

Kegiatan yang berlangsung sejak 23 Oktober 2026 itu menghadirkan sejumlah perlombaan, di antaranya vokal solo dangdut dan pop. Ajang tersebut ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang di Aula Rumah Jabatan Bupati Murung Raya, Senin malam (26/10/2026).

Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin menilai nilai penting dari kegiatan tersebut justru berada di luar urusan menang dan kalah.

Menurutnya, keberanian tampil di depan publik, kedisiplinan mengikuti proses serta kemampuan menghargai hasil karya peserta lain merupakan bagian penting yang perlu tumbuh di kalangan generasi muda.

“Substansi utama dari kegiatan ini bukanlah sekadar menentukan siapa juara atau tidak juara. Lebih dari itu bagaimana menghargai karya seni orang lain,” kata Rahmanto.

Pemkab Murung Raya pun melihat potensi anak muda di bidang seni sebagai sesuatu yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Bakat vokal, misalnya, diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan, tetapi dapat berkembang menjadi kemampuan yang memberikan peluang dan kemandirian bagi pemiliknya.

Karena itu, pemerintah daerah berencana mendorong tersedianya fasilitas yang dapat digunakan para pemuda untuk mengembangkan bakat mereka. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah penyediaan studio atau wadah rekaman di Murung Raya.

Dengan adanya fasilitas tersebut, anak muda berprestasi tidak harus selalu pergi ke Palangka Raya atau Banjarmasin hanya untuk menghasilkan karya rekaman.

“Pemerintah berharap dapat memberikan fasilitas dengan menyiapkan studio atau wadah sarana bagi para pemuda berprestasi di Murung Raya agar tidak perlu lagi melakukan rekaman ke Palangka Raya atau Banjarmasin,” ujar Rahmanto.

Pekan Kreativitas Pemuda tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengingatkan bahwa keberagaman latar belakang bukan alasan bagi generasi muda untuk terpecah.

Di sisi lain, kegiatan ini bukan agenda yang baru digelar. Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Murung Raya, Wahyudi, menyebut Pekan Kreativitas Pemuda telah menjadi agenda tahunan dan tahun ini memasuki pelaksanaan tahun ketiga.

Selain lomba vokal, rangkaian kegiatan masih diisi lomba yel-yel tingkat SMA yang bekerja sama dengan KNPI serta lomba vlog atau video pendek yang diikuti 23 peserta.

Kehadiran lomba berbasis video menunjukkan ruang kreativitas anak muda kini semakin luas. Mereka tidak hanya diberi kesempatan tampil di atas panggung, tetapi juga didorong menuangkan gagasan melalui karya digital.

Bagi Murung Raya, kegiatan semacam ini menjadi cara untuk menemukan dan mengasah potensi anak muda dari berbagai bidang. Sebab, tidak semua bakat tumbuh melalui ruang kelas atau jalur pendidikan formal. Sebagian justru muncul ketika anak muda diberi kesempatan untuk mencoba, tampil dan berkarya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *