Palangka Raya – Denting mesin cukur tak lagi hanya bicara soal gaya rambut. Dari Palangka Raya, geliat industri barbershop berubah menjadi panggung ambisi besar, mencatat rekor yang belum pernah ada sebelumnya dan membawa nama daerah ke level dunia. Kegiatan ini rencana akan berlangsung pada Minggu, 11/1/26 berlokasi di Bundaran besar Palangka Raya selama 12 Jam.
Di balik gagasan ini berdiri Muhammad Andi, barber muda yang tak asing di kancah kompetisi. Ia merupakan Juara 1 Battle Barber Internasional di Bali tahun 2025. Bersama rekan-rekan komunitas barbership Palangka Raya, Andi merancang sebuah event dengan konsep ekstrem, berani, dan berbeda dari pakem yang ada.
“Tujuan utama event ini adalah untuk mengharumkan nama daerah di kancah nasional, bahkan internasional, khususnya di industri barbershop. Kami ingin menunjukkan bahwa daerah juga mampu melahirkan karya dan prestasi besar yang diakui dunia,” kata Andi, melalui aplikasi pesan singkat, kamis 8/1/26.
Rekor yang dibidik pun bukan rekor biasa. Angka 400 ditetapkan sebagai target simbolik, namun esensinya terletak pada konsep yang benar-benar baru. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan tim, belum pernah ada rekor perorangan dengan model dan sasaran seperti ini, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Angka 400 kami jadikan target, tapi berapa pun hasil akhirnya tetap akan tercatat sebagai rekor. Karena ini belum pernah dilakukan siapa pun sebelumnya,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar pencatatan angka, event ini menjadi penanda era baru industri barber. Andi menyebut, barbershop kini bukan lagi profesi pinggiran, melainkan industri kreatif yang tumbuh cepat dan diminati lintas generasi.“Guys, ini adalah era kita. Industri barbershop sedang berkembang pesat. Terus belajar, berlatih lebih keras, dan jangan pernah berhenti berinovasi supaya kita bisa bersaing dan naik kelas,” pungkasnya.

Langkah Andi tak berhenti di panggung rekor. Setelah momen bersejarah itu tercapai, ia menyiapkan agenda yang lebih berdampak, mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) barber. Program ini ditujukan khusus bagi anak-anak muda Kalimantan Tengah yang ingin terjun ke dunia barber secara profesional.Pelatihan dirancang gratis, dengan harapan mendapat dukungan dari pemerintah provinsi, perusahaan, dan berbagai pihak terkait.
Melalui LPK ini, Andi ingin membuka jalan lahirnya UMKM barber yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.Dari kursi cukur sederhana di Palangka Raya, mimpi itu kini bergerak jauh. Bukan hanya soal gaya rambut, tapi tentang identitas, prestasi, dan keberanian daerah untuk berdiri sejajar di panggung nasional hingga internasional.(Red)