WhatsApp Image 2026-05-04 at 17.44.49

Palangka Raya — Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok kembali terasa di Kalimantan Tengah pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (month-to-month) mencapai 0,41 persen, ditandai dengan naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,51 pada Maret menjadi 111,97 di April.

Lonjakan ini tidak terjadi secara acak. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penopang utama kenaikan harga. Beras menjadi komoditas paling dominan dengan andil 0,10 persen, disusul angkutan udara, bawang merah, tomat, dan minyak goreng yang masing-masing menyumbang 0,05 persen terhadap inflasi bulanan.

Statistisi Ahli Madya BPS Kalimantan Tengah, Muhammad Taufiqurrahman, menyebutkan tekanan harga pada sektor pangan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi inflasi daerah.

Secara tahunan (year-on-year), inflasi di Kalimantan Tengah tercatat mencapai 3,66 persen, sementara inflasi sejak awal tahun (year-to-date) berada di angka 1,81 persen. Lagi-lagi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar dengan andil 2,11 persen.

Tak hanya bahan pokok, beberapa komoditas lain juga ikut mendorong inflasi tahunan, seperti emas perhiasan dengan andil 0,64 persen, beras 0,50 persen, daging ayam ras 0,21 persen, ikan nila 0,19 persen, serta sigaret kretek mesin 0,14 persen.

Menariknya, seluruh wilayah pemantauan IHK di Kalimantan Tengah yang mencakup empat kabupaten/kota—tercatat mengalami kenaikan harga baik secara bulanan maupun tahunan. Artinya, tekanan inflasi terjadi merata di berbagai daerah.

BPS melihat kondisi ini tidak lepas dari faktor eksternal dan internal. Dari sisi global, dinamika geopolitik turut memengaruhi rantai pasok. Sementara di tingkat lokal, ketersediaan beras yang belum memasuki masa panen menjadi salah satu pemicu terbatasnya pasokan di pasar.

Situasi ini memperlihatkan bahwa pergerakan harga di Kalimantan Tengah masih sangat sensitif terhadap distribusi pangan dan kondisi global, sekaligus menjadi sinyal penting bagi upaya menjaga stabilitas harga ke depan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *