PALANGKA RAYA – Kepulan asap dan panas api menyambut langkah H Siti Aseanti, Anggota DPD RI Komite IV Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, ketika mendatangi salah satu titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya, Selasa (1/9/2026).
Perempuan yang akrab disapa Bidan Sean itu datang bukan sekadar untuk melihat kondisi dari kejauhan. Di tengah situasi yang masih dipenuhi asap, ia berinteraksi langsung dengan warga yang terdampak sekaligus ikut turun tangan membantu memadamkan api.
Titik pertama yang didatangi berada di kawasan pemukiman masyarakat, tidak jauh dari Kantor Kelurahan Kalampangan.
Di lokasi tersebut, Bidan Sean berbincang dengan sejumlah warga. Percakapan berlangsung di tengah kondisi lingkungan yang masih terdampak asap dan aktivitas pemadaman.

Setelah mendengarkan kondisi warga, ia kemudian bergerak mendekati lokasi kebakaran dan ikut membantu upaya pemadaman.
Bagi warga yang berada di sekitar lokasi, kehadiran tersebut menjadi gambaran bahwa penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan kehadiran aparat dan petugas pemadam, tetapi juga kepedulian banyak pihak untuk bersama-sama menghadapi ancaman kebakaran.
Dari titik pertama, perjalanan berlanjut ke lokasi kedua di Jalan Tabat Karsa, Kalampangan.
Di tempat ini, Bidan Sean bertemu langsung dengan Panglima Komando Daerah Militer XXII/Tambun Bungai, Pangdam Kalteng Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, yang juga berada di lapangan dalam rangka melihat penanganan karhutla.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat lebih jauh kondisi penanganan kebakaran sekaligus mendengarkan masukan dari Pangdam mengenai situasi di lapangan.
Bidan Sean memberikan apresiasi kepada para relawan dan seluruh unsur yang selama ini terus berada di garis depan menghadapi karhutla.
Menurutnya, kerja para relawan tidak mudah. Mereka harus berhadapan dengan panas, asap, medan yang sulit, serta ancaman api yang sewaktu-waktu dapat kembali membesar.
Apa yang terlihat di Kalampangan menjadi potret lain dari perjuangan menghadapi karhutla di Kalteng. Ketika sebagian masyarakat berupaya menyelamatkan lingkungan dan tempat tinggalnya, para relawan serta petugas terus berjibaku memastikan api tidak semakin meluas.
Di tengah situasi tersebut, kunjungan Bidan Sean tidak berhenti pada agenda melihat kondisi lapangan. Ia memilih mendekat, mendengarkan warga dan merasakan langsung situasi di lokasi kebakaran.
Dari pemukiman warga hingga Jalan Tabat Karsa, perjalanan itu memperlihatkan satu pesan sederhana: penanganan karhutla membutuhkan kehadiran dan kepedulian bersama.
Api mungkin dapat dipadamkan dengan air, tetapi menjaga Kalteng agar kembali aman dari ancaman karhutla membutuhkan kerja yang jauh lebih panjang kolaborasi, kepedulian dan keberanian untuk turun langsung ketika masyarakat membutuhkan. Dalam kesempatan itu juga Bidan Sean memberikan bantuan kepada relawan.(red)