NTP Kalteng Melonjak 1,88 Persen, Ekspor Masih Surplus US$2,13 Miliar

PALANGKA RAYA – Aktivitas ekonomi Kalimantan Tengah menunjukkan pergerakan yang cukup beragam sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Di tengah inflasi yang masih tercatat 4,96 persen secara tahunan, Nilai Tukar Petani (NTP) justru menguat, sementara neraca perdagangan Kalteng tetap mencetak surplus lebih dari US$2 miliar.

Gambaran tersebut disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (1/9/2026).

Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, pada Agustus 2026 Kalteng mengalami inflasi 0,17 persen dibandingkan Juli. Secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi mencapai 2,80 persen, sedangkan secara tahunan berada di angka 4,96 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil 0,06 persen. Sementara dalam perhitungan tahunan maupun tahun kalender, kelompok makanan, minuman dan tembakau masih menjadi komponen yang paling besar memberikan tekanan terhadap harga.

Sejumlah komoditas yang ikut mendorong inflasi antara lain beras, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, ketimun dan ikan peda. Sebaliknya, ikan gabus, bawang merah, tomat, bensin dan bawang putih memberikan andil terhadap deflasi.

Tekanan harga tersebut terjadi bersamaan dengan membaiknya daya tukar petani. BPS mencatat NTP Kalteng Agustus mencapai 139,53, naik 1,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP terutama dipengaruhi peningkatan harga yang diterima petani. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 2,28 persen menjadi 190,32, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya meningkat 0,38 persen menjadi 136,39.

Jika dilihat berdasarkan subsektor, kenaikan terbesar terjadi pada hortikultura sebesar 3,83 persen. Selanjutnya tanaman perkebunan rakyat naik 2,44 persen dan tanaman pangan 0,75 persen.

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga meningkat 1,33 persen menjadi 142,82.

Ekspor Turun Bulanan, tetapi Surplus Tetap Besar

Dari sektor perdagangan, ekspor Kalteng pada Juli 2026 tercatat US$275,95 juta. Angka tersebut turun 30,54 persen dibandingkan Juni dan turun 18,04 persen dibandingkan Juli tahun sebelumnya.

Namun jika dihitung sepanjang Januari hingga Juli 2026, kinerja ekspor masih tumbuh. Nilainya mencapai US$2,157 miliar, meningkat 5,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Ekspor Kalteng masih bertumpu pada sektor pertambangan yang menyumbang 70,30 persen dari total ekspor kumulatif. Sektor industri berada di posisi berikutnya dengan kontribusi 28,94 persen, sedangkan sektor pertanian sebesar 0,76 persen.

Batu bara dan minyak kelapa sawit masih menjadi komoditas utama yang dikirim ke luar negeri. Tiongkok, India dan Jepang menjadi negara tujuan utama ekspor Kalteng.

Di sisi lain, impor Kalteng selama Januari–Juli 2026 hanya mencapai US$18,85 juta atau turun 0,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selisih besar antara ekspor dan impor tersebut membuat neraca perdagangan Kalteng tetap mencatat surplus US$2,138 miliar.

Perjalanan Wisatawan Tembus Dua Juta

Sektor pariwisata juga memperlihatkan geliat positif. Sepanjang Juli 2026, perjalanan wisatawan nusantara asal Kalteng mencapai 1.077.160 perjalanan, naik 2,24 persen secara bulanan dan 12,31 persen dibandingkan Juli 2025.

Sementara perjalanan wisatawan nusantara yang menuju Kalteng mencapai 1.094.545 perjalanan. Jumlah ini naik 3,21 persen secara bulanan dan 18,05 persen secara tahunan.

Aktivitas tersebut ikut tercermin dari tingkat hunian hotel. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juli mencapai 48,51 persen. Sedangkan hotel nonbintang dan akomodasi lainnya berada di angka 22,79 persen.

Hotel berbintang menerima 51.706 tamu, dengan 97,22 persen di antaranya merupakan tamu domestik. Pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya, jumlah tamu mencapai 110.700 orang dengan dominasi tamu domestik sebesar 99,93 persen.

Mobilitas Udara dan Laut Tetap Bergerak

Pergerakan ekonomi juga terlihat dari sektor transportasi. Sepanjang Juli 2026, tercatat 1.863 penerbangan di wilayah Kalteng.

Jumlah penumpang yang datang melalui transportasi udara mencapai 73.588 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 71.226 orang. Aktivitas bongkar barang mencapai 1,37 ribu ton dan muat barang 0,65 ribu ton.

Untuk transportasi laut, terdapat 1.024 kunjungan kapal. Penumpang datang tercatat 32.763 orang dan penumpang berangkat 23.278 orang.

Aktivitas logistik melalui jalur laut juga cukup besar. Bongkar barang tercatat 0,48 juta ton, sedangkan muat barang mencapai 1,75 juta ton.

Data BPS tersebut memperlihatkan wajah ekonomi Kalteng yang bergerak dengan arah berbeda-beda. Inflasi masih menjadi perhatian, tetapi pada saat yang sama sektor pertanian menunjukkan penguatan, perdagangan luar negeri tetap menghasilkan surplus besar, dan mobilitas wisatawan serta transportasi terus bergerak.

Angka-angka tersebut menjadi indikator penting untuk melihat bagaimana aktivitas ekonomi Kalteng berkembang memasuki paruh kedua 2026.(red/poto Hairul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *