MALANG – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi S3 Ilmu Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Selasa (14/7).
Sidang promosi doktor tersebut dihadiri keluarga, Himpunan Mahasiswa Lamandau (HIMA Lamandau), sejumlah kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya. Usai dinyatakan lulus, ucapan selamat datang dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat daerah hingga tingkat nasional.
Dalam ujian terbuka itu, Rizky mempresentasikan disertasi berjudul “Model Green Supply Chain Ketersediaan Cangkang Kelapa Sawit di Era Circular Economy untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional.” Penelitian tersebut mengkaji pemanfaatan biomassa, khususnya cangkang kelapa sawit, sebagai salah satu sumber energi terbarukan melalui penerapan konsep Green Supply Chain Management (GSCM) dan ekonomi sirkular.
Disertasi tersebut menawarkan model pengelolaan rantai pasok hijau yang mengintegrasikan praktik rantai pasok berkelanjutan, inovasi ramah lingkungan, peningkatan kinerja lingkungan, serta penguatan daya saing dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Menurut Rizky, pengembangan energi berkelanjutan memerlukan keterlibatan berbagai pihak agar implementasinya dapat berjalan secara optimal.
“Penerapan Green Supply Chain Management yang didukung kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam mendorong ekonomi hijau sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Rizky kepada media, Rabu (15/7/26).
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian ujian hingga berhasil menyelesaikan pendidikan pada jenjang doktoral.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik Rizky di tengah pelaksanaan tugasnya sebagai kepala daerah. Penelitian yang dihasilkannya diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan di bidang energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta penguatan ketahanan nasional melalui pemanfaatan potensi biomassa di Indonesia.(red)