WhatsApp Image 2026-11-05 at 4.38.00 PM

JAKARTA (wartakalteng) – Jumlah investor pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total investor mencapai 32.723.392 Single Investor Identification (SID) per 15 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.301.974 SID merupakan investor saham.

Seiring pertumbuhan tersebut, BEI terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat tidak hanya tertarik berinvestasi, tetapi juga memiliki pemahaman yang cukup sebelum menentukan pilihan instrumen investasi.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 5–7 November 2026 di Main Hall BEI, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai berbagai instrumen investasi, tujuan keuangan, serta risiko yang menyertainya.

Ia mengibaratkan investasi seperti perlombaan maraton yang membutuhkan persiapan, pengaturan ritme, dan konsistensi untuk mencapai tujuan.

Menurut Jeffrey, setiap orang memiliki kemampuan dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, pemilihan instrumen investasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta profil risiko masing-masing investor.

Pengetahuan yang memadai dan perencanaan keuangan yang matang dinilai menjadi faktor penting agar masyarakat dapat menjalankan investasi secara terarah, bukan sekadar mengikuti tren atau mengejar keuntungan dalam waktu singkat.

Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, CMSE 2026 diselenggarakan BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda edukasi, mulai dari seminar, talkshow, hingga pameran produk dan layanan pasar modal. Sebanyak 88 booth dengan lebih dari 100 tenant turut dilibatkan, yang terdiri dari berbagai pelaku industri, regulator, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, asosiasi, serta mitra lainnya.

Pada hari pertama, Kamis (5/11/2026), agenda CMSE meliputi pembukaan, penganugerahan Galeri Investasi BEI Award 2026, serta seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook”.

Selanjutnya, Jumat (6/11/2026), pengunjung dapat mengikuti peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI). Sejumlah sesi edukasi juga membahas perencanaan keuangan, pilihan instrumen investasi, serta pasar modal syariah.

Sementara pada Sabtu (7/11/2026), agenda edukasi mencakup pengenalan Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di sektor keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BEI berharap masyarakat semakin mengenal berbagai instrumen investasi sekaligus memahami karakteristik dan potensi risikonya.

Peningkatan partisipasi investor juga diharapkan dapat memperkuat peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui penghimpunan dana jangka panjang bagi dunia usaha.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu alternatif perencanaan keuangan masa depan melalui keputusan investasi yang terukur, sesuai kemampuan, dan berorientasi pada tujuan jangka panjang. (wartakalteng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *