Dinsos Kalteng Pastikan Bantuan Pangan dan KHBS Menjangkau Warga Pahandut Seberang

PALANGKA RAYA – Kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kabut asap dan keterbatasan air bersih menjadi perhatian Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah. Penyaluran bantuan pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) di Kelurahan Pahandut Seberang menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada warga.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Akhmad Husain, mengatakan kondisi masyarakat di lapangan menjadi perhatian dalam setiap penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, bantuan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi situasi sulit akibat dampak karhutla.

“Dalam kondisi seperti sekarang, kebutuhan masyarakat memang harus menjadi perhatian. Bantuan pangan dan bantuan tunai diharapkan dapat membantu meringankan beban warga, terutama mereka yang terdampak kondisi karhutla dan kabut asap,” kata Akhmad Husain.

Penyaluran bantuan berlangsung di halaman Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (29/9/2026). Sebanyak 500 paket bantuan pangan diberikan kepada masyarakat Pahandut Seberang.

Setiap paket berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter. Bantuan juga dilengkapi masker dan multivitamin sebagai dukungan bagi masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Pada kegiatan yang sama, sebanyak 500 penerima manfaat mendapatkan BLT KHBS. Masing-masing menerima bantuan tunai sebesar Rp250 ribu.

Menurut Akhmad Husain, penyaluran tersebut menjadi bagian dari perlindungan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. Dinsos Kalteng bersama jajaran pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran data agar masyarakat yang memenuhi kriteria dapat terakomodasi dalam program bantuan.

“Data menjadi dasar utama. Karena itu, kalau ada masyarakat yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum menerima bantuan, dapat menyampaikannya melalui pemerintah kelurahan. Nantinya akan dilakukan verifikasi dan validasi,” ujarnya.

Akhmad Husain juga menyoroti persoalan air bersih yang dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah akibat kondisi kemarau. Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan bagian dari kebutuhan dasar yang perlu mendapat perhatian bersamaan dengan bantuan sosial.

Pemprov Kalteng sendiri menyiapkan distribusi hingga 10 juta liter air bersih ke wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan. Hingga saat itu, sekitar 4,7 juta liter telah disalurkan ke 14 kabupaten dan kota.

Dinsos Kalteng, kata Akhmad, siap berkoordinasi dengan perangkat daerah dan pemerintah di tingkat kelurahan apabila terdapat masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya.

“Bantuan sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar ini harus berjalan bersama. Kalau ada persoalan di lapangan, kita harus cepat mengetahui dan mengoordinasikannya,” katanya.

Ia menambahkan, program KHBS tidak hanya berupa bantuan tunai. Program tersebut menjadi bagian dari skema perlindungan sosial yang mencakup bantuan pangan dan berbagai dukungan lain sesuai kebutuhan masyarakat.

Karena itu, masyarakat yang belum mendapatkan bantuan namun merasa memenuhi kriteria diminta tidak ragu menyampaikan informasi kepada pemerintah kelurahan maupun melalui kanal pengaduan yang telah disediakan.

Bagi Dinas Sosial Kalteng, penyaluran bantuan di Pahandut Seberang bukan sekadar pembagian paket pangan dan uang tunai. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar di tengah tekanan karhutla, kabut asap, dan kekeringan.

“Harapan kami, bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya. Pemerintah tidak hanya menyalurkan, tetapi juga terus melihat kondisi masyarakat dan menindaklanjuti kebutuhan yang muncul di lapangan,” pungkas Akhmad Husain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *