PALANGKA RAYA – Masa depan Kalimantan Tengah tidak hanya ditentukan dari ruang-ruang pemerintahan. Ada generasi muda yang hari ini masih duduk di bangku sekolah, tetapi kelak akan mengambil peran dalam menentukan arah daerah.
Pesan itulah yang coba dibangun Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat menyapa para siswa SMAN 4 Palangka Raya.
Di hadapan para pelajar, Agustiar tidak hanya berbicara soal pendidikan. Ia mendorong siswa agar tidak membatasi diri dengan keadaan saat ini dan berani memasang target untuk masa depan.
“Tidak ada yang tidak mungkin.”
Kalimat tersebut menjadi pesan utama yang disampaikan Agustiar kepada para siswa.
Menurutnya, cita-cita besar tidak seharusnya berhenti hanya karena seseorang merasa berasal dari daerah atau memiliki keterbatasan tertentu. Justru dari bangku sekolah, anak-anak muda perlu mulai membangun keyakinan terhadap kemampuan dirinya sendiri.
Pesan itu menjadi penting di tengah perubahan zaman yang membuat persaingan generasi muda semakin terbuka. Peluang untuk belajar, bekerja dan berkarya tidak lagi terbatas pada wilayah tempat seseorang tinggal.
Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Keberanian mencoba, kemauan belajar dan kemampuan melihat peluang juga menjadi modal yang menentukan perjalanan seorang anak muda.
Bagi Kalteng, keberadaan generasi muda yang percaya diri menjadi bagian penting dari pembangunan daerah ke depan. Mereka yang hari ini mendengarkan pesan dari seorang gubernur di ruang sekolah, bisa saja beberapa tahun mendatang berada di posisi yang menentukan kebijakan dan masa depan daerah.
Pertemuan Agustiar dengan siswa SMAN 4 Palangka Raya pun meninggalkan satu pesan sederhana: kondisi hari ini bukan batas untuk menentukan masa depan.
Sebab, sebelum sebuah cita-cita menjadi kenyataan, semuanya memang harus dimulai dari keberanian untuk percaya bahwa hal tersebut mungkin dilakukan.