Katingan – Di tengah kemarau dan ancaman asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada penanganan api. Ketika aktivitas warga ikut terdampak, kebutuhan pangan dan perlindungan sosial menjadi bagian penting yang harus tetap dijaga.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah saat menyalurkan bantuan pangan, masker, vitamin dan Bantuan Sosial Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) kepada masyarakat Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (1/10/2026).
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Akhmad Husain, mengatakan bantuan yang diberikan pemerintah diharapkan dapat menjadi penyangga kebutuhan masyarakat, khususnya keluarga yang menghadapi tekanan akibat kondisi karhutla dan kemarau.
“Dalam kondisi seperti ini, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa kebutuhan dasarnya tetap diperhatikan. Bantuan pangan dan KHBS diharapkan bisa membantu meringankan beban keluarga penerima,” kata Akhmad Husain.
Di Kecamatan Katingan Tengah, sebanyak 1.300 paket bantuan pangan disalurkan secara bertahap. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter dan gula pasir 1 kilogram. Masyarakat juga mendapatkan masker dan vitamin sebagai bagian dari dukungan menghadapi potensi paparan asap.
Menurut Akhmad, bantuan sosial tidak semestinya hanya dilihat dari jumlah paket yang disalurkan. Yang lebih penting adalah memastikan bantuan tersebut sampai kepada masyarakat yang memang membutuhkan.
“Prinsipnya bantuan harus tepat sasaran. Karena itu data penerima menjadi sangat penting dan harus terus diperbarui melalui proses verifikasi dan validasi,” ujarnya.
Penyaluran bantuan pangan tersebut menyasar lima wilayah, yakni Desa Samba Danum, Kelurahan Samba Kahayan, Desa Samba Bakumpai, Desa Samba Katung dan Desa Telok.
Dari wilayah tersebut tercatat 3.244 keluarga penerima bantuan pangan dengan alokasi 1.300 paket yang disalurkan secara bertahap. Sementara untuk program KHBS Tahap II, terdapat 2.211 penerima yang masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp250 ribu sesuai data penerima yang telah ditetapkan.
Akhmad menyebut pola penyaluran secara bertahap merupakan bagian dari mekanisme distribusi bantuan di tengah banyaknya wilayah yang juga membutuhkan perhatian pemerintah.
“Tidak semua bantuan bisa diterima masyarakat pada waktu yang sama. Yang penting masyarakat yang sudah terdata tetap mendapatkan haknya sesuai tahapan penyaluran,” jelasnya.
Bagi Dinsos Kalteng, situasi karhutla juga memperlihatkan bahwa perlindungan masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh. Bantuan pangan membantu menjaga kebutuhan rumah tangga, sementara masker dan vitamin menjadi dukungan tambahan ketika masyarakat berhadapan dengan kualitas udara yang menurun.
Akhmad juga mengingatkan pemerintah desa dan kelurahan untuk terus berkoordinasi dalam memperbarui data masyarakat. Langkah tersebut diperlukan agar program bantuan sosial tidak hanya menyasar penerima yang sudah terdata, tetapi juga dapat mengidentifikasi masyarakat yang memenuhi kriteria namun belum masuk dalam data penerima.
“Kalau ada masyarakat yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum menerima, jangan ragu menyampaikan melalui pemerintah desa atau kelurahan. Data itu yang kemudian kita verifikasi dan validasi,” katanya.
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak cukup hanya saat penyaluran bantuan. Pendampingan dan pemantauan kondisi warga juga menjadi bagian dari upaya memastikan perlindungan sosial tetap berjalan selama situasi karhutla.
“Karhutla bukan hanya persoalan api. Ada masyarakat yang kehidupannya ikut terdampak. Karena itu, perlindungan sosial harus tetap berjalan bersamaan dengan upaya penanganan karhutla,” pungkas Akhmad Husain.
Penyaluran bantuan di Tumbang Samba menjadi salah satu bentuk perhatian Pemprov Kalteng terhadap masyarakat di wilayah terdampak. Dengan keterlibatan pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan, bantuan diharapkan tidak sekadar menjadi paket yang diterima warga, tetapi benar-benar membantu memenuhi kebutuhan keluarga di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.