Sukamara – Di tengah kondisi karhutla yang masih berdampak pada kehidupan masyarakat, kebutuhan pangan menjadi salah satu perhatian penting pemerintah. Bagi keluarga yang terdampak, bantuan yang datang tepat waktu setidaknya dapat meringankan kebutuhan sehari-hari ketika aktivitas masyarakat ikut terganggu.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan 1.000 paket bantuan pangan kepada masyarakat Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Senin (5/10/2026). Bantuan tersebut juga dilengkapi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebesar Rp250 ribu kepada 164 keluarga penerima manfaat.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Akhmad Husain, mengatakan bantuan sosial dalam situasi karhutla harus dipastikan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit, bantuan pangan maupun bantuan sosial diharapkan bisa menjadi penyangga kebutuhan keluarga. Yang paling penting, bantuan tersebut diterima oleh masyarakat yang memang memenuhi kriteria,” kata Akhmad Husain.
Setiap paket bantuan pangan berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram dan minyak goreng 1 liter. Sementara BLT KHBS diberikan kepada penerima yang telah masuk dalam data dan melalui proses penetapan sesuai ketentuan.
Menurut Akhmad, persoalan data menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan dalam penyaluran bantuan. Kondisi masyarakat dapat berubah, sementara di lapangan masih mungkin terdapat warga yang membutuhkan namun belum masuk dalam data penerima.
“Data harus terus diperbarui. Verifikasi dan validasi penting supaya bantuan tidak salah sasaran dan masyarakat yang berhak tidak terlewat,” ujarnya.
Dinsos Kalteng, lanjut Akhmad, terus mendorong pemerintah desa dan kelurahan untuk aktif menyampaikan kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. Pengusulan warga yang memenuhi kriteria dapat menjadi bagian dari proses pembaruan data sebelum bantuan ditetapkan.
“Kalau ada warga yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum terdata, silakan menyampaikan melalui pemerintah desa atau kelurahan. Nantinya akan dilakukan verifikasi dan validasi,” jelasnya.
Bagi Dinsos Kalteng, bantuan pangan dan BLT KHBS memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi. Bantuan pangan membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, sementara bantuan tunai memberikan ruang bagi keluarga penerima untuk memenuhi kebutuhan yang lebih fleksibel sesuai kondisi masing-masing.
Akhmad juga menilai perlindungan sosial tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk bantuan sesaat. Program sosial harus diarahkan agar masyarakat secara bertahap memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan secara mandiri.
“Bantuan sosial memang dibutuhkan ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit. Tetapi dalam jangka panjang, kita ingin keluarga penerima semakin kuat secara ekonomi dan tidak terus bergantung pada bantuan,” katanya.
Hal tersebut sejalan dengan arah program KHBS yang tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui dukungan terhadap kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan dan aspek sosial lainnya.
Sebelumnya, Pemprov Kalteng juga telah memberikan berbagai dukungan bagi masyarakat terdampak karhutla, termasuk air bersih, masker dan vitamin. Langkah tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan kondisi sosial masyarakat.
Akhmad mengatakan koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten hingga desa menjadi penting untuk memastikan setiap persoalan warga dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Informasi dari pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting agar kita mengetahui siapa yang membutuhkan bantuan dan bentuk bantuan apa yang paling diperlukan,” tuturnya.
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat harus memberikan manfaat yang nyata, terutama ketika warga sedang menghadapi kondisi sulit akibat karhutla.
“Yang kita harapkan sederhana, masyarakat yang membutuhkan jangan sampai merasa sendiri. Pemerintah hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus memastikan perlindungan sosial tetap berjalan,” pungkas Akhmad Husain.
Penyaluran bantuan di Pantai Lunci menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalteng menjaga kebutuhan dasar masyarakat terdampak karhutla. Di balik bantuan yang diterima warga, pekerjaan lain tetap berjalan, yakni memastikan data penerima terus diperbaiki agar perlindungan sosial benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.