DSH_0296

PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kalimantan Tengah diisi dengan kegiatan korvei dan teleconference yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, instansi, serta masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pasar Kahayan dan sekitarnya pada Sabtu (6/6/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Korvei difokuskan pada pembersihan kawasan publik sebagai bentuk kepedulian terhadap pengelolaan sampah dan pengurangan pencemaran lingkungan. Kegiatan ini juga terhubung melalui teleconference bersama Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia secara nasional.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Agustan Saining, mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui aksi-aksi sederhana yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi mencemari alam merupakan langkah nyata yang dapat memberikan dampak positif bagi kualitas lingkungan hidup.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk memperkuat aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan di sekitar kita, mengurangi sampah, serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.”ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kekayaan hutan dan sumber daya alam yang dimiliki Kalimantan Tengah. Dengan luas kawasan hutan yang menjadi salah satu penyangga ekosistem nasional, pelestarian lingkungan dinilai memerlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Kalimantan Tengah memiliki kekayaan hutan dan sumber daya alam yang sangat berharga. Karena itu, pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melalui semangat gotong royong dan gerakan ASRI, kami berharap budaya menjaga lingkungan dapat terus tumbuh sehingga dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.”tambahnya.

Melalui semangat gotong royong yang diusung dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan terus meningkat. Gerakan menjaga kebersihan di ruang publik diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat, hijau, dan nyaman bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 mengusung semangat “Saatnya Beraksi Untuk Iklim”, yang menekankan pentingnya aksi kolektif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *