Gubernur Agustiar Soroti Warga yang Belum Tersentuh Bantuan, RT-RW Diminta Aktif Melapor

PALANGKA RAYA – Jangan sampai ada warga yang sebenarnya membutuhkan bantuan, tetapi justru luput dari perhatian pemerintah.

Pesan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat bertemu langsung dengan masyarakat di Palangka Raya. Ia meminta jajaran kelurahan, termasuk ketua RT dan RW, lebih aktif melihat kondisi warga di lingkungannya dan melaporkan mereka yang membutuhkan namun belum tersentuh program bantuan.

Menurut Agustiar, RT dan RW berada di posisi paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, informasi dari tingkat lingkungan dinilai penting untuk membantu pemerintah mendapatkan gambaran kondisi warga secara lebih nyata.

“Selama masyarakat itu memang berhak menerima, pemerintah wajib hadir. Jangan melihat latar belakang partai, suku maupun agama,” tegas Agustiar.

Ia menilai persoalan bantuan bukan hanya soal berapa banyak yang disalurkan, tetapi juga siapa yang benar-benar menerima. Karena itu, pendataan dan penyampaian informasi dari bawah menjadi bagian penting agar bantuan tidak salah sasaran.

Dalam penyaluran bantuan di Kelurahan Bukit Tunggal, misalnya, pemerintah menyalurkan 700 paket bantuan pangan yang berisi beras, gula dan minyak goreng, lengkap dengan masker serta multivitamin untuk membantu warga menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Selain bantuan pangan, sebanyak 1.400 warga juga menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kartu Huma Betang Sejahtera dengan nilai Rp250 ribu untuk setiap keluarga penerima manfaat. Bantuan serupa juga disalurkan kepada warga Kelurahan Pahandut Seberang.

Namun bagi Agustiar, penyaluran tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pemerintah perlu terus mendengar persoalan warga dan membuka ruang pengaduan agar masyarakat yang belum terjangkau dapat segera diketahui.

“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan bantuan atau menghadapi persoalan, sampaikan melalui kanal pengaduan yang telah disediakan pemerintah,” ujarnya.

Ia menegaskan perhatian pemerintah tidak hanya berupa bantuan pangan maupun uang tunai. Dukungan juga diberikan melalui sektor pendidikan, kesehatan dan program sosial lainnya, sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Di tengah situasi kabut asap dan ancaman karhutla yang masih menjadi perhatian, Agustiar juga meminta RT dan RW ikut mengambil peran dalam mencegah munculnya titik api. Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut.

Menurutnya, persoalan sosial dan lingkungan sama-sama membutuhkan kepedulian dari tingkat paling bawah. Ketika RT, RW, kelurahan dan masyarakat saling berkoordinasi, pemerintah akan lebih cepat mengetahui persoalan yang terjadi dan menentukan langkah penanganannya.

Agustiar pun mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong dan saling membantu. Baginya, nilai kebersamaan tersebut menjadi kekuatan penting masyarakat Kalteng dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *