IMG-20260712-WA0056

Palangka Raya – Gubernur BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR), Yosafat Menteng, menyampaikan sejumlah harapan terhadap proses Pemilihan Rektor (Pilrek) UPR agar berlangsung secara demokratis, kompetitif, dan berorientasi pada kepentingan mahasiswa.

Menurut Yosafat, proses pemilihan rektor harus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi sehingga seluruh tahapan dapat berjalan secara terbuka dan memberikan ruang yang adil bagi setiap calon untuk menyampaikan visi serta gagasannya.

Ia juga menilai orientasi para calon rektor seharusnya bertumpu pada kebutuhan mahasiswa sebagai elemen utama dalam kehidupan akademik di universitas. Karena itu, setiap calon diharapkan mampu menawarkan program yang menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan sivitas akademika, khususnya mahasiswa.

Selain itu, Yosafat berharap para kandidat lebih mengedepankan adu gagasan dibanding sekadar menyampaikan janji. Menurutnya, jabatan rektor merupakan jabatan akademik yang semestinya diisi melalui pertarungan ide dan kapasitas kepemimpinan, bukan pendekatan yang bernuansa politik.

“Rektor adalah jabatan akademik, bukan jabatan politik. Karena itu, para calon harus mempertontonkan gagasan terbaiknya, bukan hanya menyampaikan janji-janji manis,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Yosafat berharap siapa pun yang nantinya terpilih menjadi Rektor UPR merupakan sosok yang memiliki keberpihakan terhadap kepentingan mahasiswa serta mampu membawa kemajuan universitas.

Sebagai bentuk partisipasi mahasiswa dalam proses Pilrek, pihaknya juga berencana mendorong pelaksanaan dialog terbuka antara para calon rektor dengan mahasiswa dalam waktu dekat. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendengar langsung visi, misi, dan program kerja masing-masing kandidat serta menyampaikan aspirasi secara terbuka.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *