ISPA Mulai Naik Saat Kabut Asap Menyelimuti Palangka Raya, Puskesmas Menteng Buka Ruang Oksigen 24 Jam

PALANGKA RAYA – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya mulai terlihat dalam catatan layanan kesehatan. Puskesmas Menteng melaporkan adanya peningkatan kasus gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), di tengah kondisi udara yang terdampak karhutla.

Plt Kepala Puskesmas Menteng, Didik Purwanto, mengatakan pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa. Namun, pihaknya menambah layanan berupa ruang oksigen yang disiapkan selama 24 jam untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Pelayanan Puskesmas tetap seperti biasa, tetapi kami menambahkan layanan ruang oksigen. Ruang oksigen di Puskesmas Menteng sudah kami siapkan dan buka 24 jam sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat langsung datang,” kata Didik, Kamis (17/9/2026).

Selain menyediakan ruang oksigen, Puskesmas Menteng juga membagikan masker secara gratis kepada masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan. Masker diberikan sebagai bagian dari upaya mengurangi paparan partikel yang terkandung dalam asap.

Didik mengatakan, dampak kabut asap mulai terlihat pada kondisi kesehatan warga, terutama pada gangguan saluran pernapasan. Puskesmas Menteng juga mulai mencatat adanya peningkatan kasus ISPA.

“Memang ada sedikit peningkatan kasus gangguan saluran pernapasan atau ISPA. Dampaknya perlu diwaspadai, terutama pada kelompok rentan,” ujarnya.

Kelompok anak-anak, lanjut Didik, lansia dan ibu hamil menjadi perhatian karena lebih rentan terhadap dampak paparan kabut asap. Kelompok tersebut juga menjadi salah satu prioritas apabila membutuhkan layanan ruang oksigen.

Gambaran serupa tercatat dalam Dashboard Karhutla Kota Palangka Raya. Data per 17 September 2026 menunjukkan terdapat 66 kasus ISPA yang dilaporkan dari delapan puskesmas di Kota Palangka Raya.

Data tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi kesehatan masyarakat di tengah kabut asap yang masih terjadi. Puskesmas Menteng pun terus melakukan pelayanan dan mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama kualitas udara memburuk.

Didik meminta masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Warga juga dianjurkan mengurangi aktivitas di ruang terbuka apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

“Jika tidak ada keperluan yang benar-benar diperlukan, sebaiknya tetap berada di dalam rumah. Apabila muncul gejala seperti sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya, segera datang ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *