Kekeringan Meluas, Pemprov Kalteng Salurkan 158.800 Liter Air Bersih ke Sejumlah Daerah

PALANGKA RAYA – Kekeringan mulai berdampak pada akses air bersih masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Kalteng kembali menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami keterbatasan pasokan.

Dengan dukungan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, distribusi air bersih dilakukan pada Rabu (2/9/2026) dan menjangkau sembilan daerah, yakni Kabupaten Kotawaringin Barat, Kota Palangka Raya, Lamandau, Seruyan, Katingan, Murung Raya, Barito Timur, Pulang Pisau, dan Barito Selatan.

Di Kabupaten Kotawaringin Barat, distribusi menjadi salah satu yang terbesar. Desa Riam Durian menerima 12.000 liter atau tiga unit tangki untuk memenuhi kebutuhan sekitar 300 kepala keluarga (KK). Bantuan juga dikirim ke Desa Bungur sebanyak 3.000 liter, Natai Baru 22.000 liter, Purbasari 12.000 liter, Natai Raya 12.000 liter, Sebuai 2.400 liter, dan Melawen 12.000 liter.

Sementara di Kota Palangka Raya, sebanyak 12.000 liter air bersih disalurkan ke Desa Tangkiling. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan sekitar 200 KK.

Distribusi berlanjut ke Kabupaten Lamandau dengan pengiriman 20.000 liter air bersih ke Desa Bumi Agung. Di Kabupaten Seruyan, Desa Pematang Panjang menerima 4.000 liter, sedangkan Desa Tambak mendapat 12.000 liter.

Kabupaten Katingan juga mendapat pasokan untuk warga Desa Hiyang Bana sebanyak 12.000 liter.

Di Kabupaten Murung Raya, bantuan menyasar tiga desa. Masing-masing Desa Sungai Lubuk, Puruk Cahu Seberang, dan Konut menerima 1.200 liter air bersih.

Khusus Desa Konut, Kecamatan Tanah Siang, distribusi tersebut menjadi bagian dari bantuan Gubernur Kalteng kepada masyarakat yang mulai menghadapi keterbatasan pasokan air bersih akibat kondisi kekeringan.

Bantuan juga dikirim ke Kabupaten Barito Timur, masing-masing 5.000 liter untuk Desa Johan dan Desa Lengang. Kemudian Desa Bahaur Hulu di Kabupaten Pulang Pisau menerima 2.400 liter, sedangkan Desa Lembeng di Kabupaten Barito Selatan mendapat 7.400 liter.

Jika seluruh distribusi tersebut dijumlahkan, suplai air bersih yang tercatat mencapai 158.800 liter.

Jumlah tersebut masih berupa data sementara. Penyaluran air bersih masih berlangsung dan dapat bertambah mengikuti hasil pendataan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Pemprov Kalteng juga masih memantau desa-desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Distribusi berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.

Dengan kondisi kekeringan yang belum merata, kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang harus terus dipantau, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai berkurang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *