784251468_1364756571984137_7563157000388295802_n

Palangka Raya – Langit kemarau yang masih menaungi Kalimantan Tengah menjadi latar pelaksanaan Salat Istisqa dan Doa Bersama Tahun 2026 di Bundaran Besar Talawang Palangka Raya, Minggu (23/8/2026).

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo hadir bersama jajaran TNI/Polri, ASN, organisasi masyarakat Islam, tokoh agama dan masyarakat. Salat Istisqa digelar sebagai ikhtiar bersama di tengah musim kemarau yang cukup panjang dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Dalam kesempatan itu, Agustiar mengajak jamaah tidak hanya memandang Salat Istisqa sebagai ritual untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan memperkuat keimanan.

Mari kita bersama-sama memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT, semoga hujan segera diturunkan untuk membasahi Bumi Tambun Bungai dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah,” tutur Agustiar.

Kemarau yang berkepanjangan tidak hanya membuat kebutuhan air meningkat, tetapi juga memperbesar risiko Karhutla. Dampaknya dapat merembet ke berbagai sektor, mulai dari kualitas udara dan kesehatan masyarakat hingga aktivitas sehari-hari.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Forkopimda, TNI/Polri, relawan dan berbagai elemen masyarakat terus melakukan penanganan di lapangan. Upaya tersebut mencakup penyiagaan personel, pemadaman titik api melalui jalur darat maupun udara, hingga operasi modifikasi cuaca.

Di tengah upaya tersebut, Agustiar juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, terlebih ketika kondisi kemarau membuat lahan lebih mudah terbakar.

Masyarakat juga diminta menggunakan persediaan air bersih secara bijak dan tidak berlebihan.

Salat Istisqa pun menjadi bagian dari ikhtiar yang berjalan beriringan dengan langkah penanganan di lapangan. Di tengah ancaman kemarau dan Karhutla, pemerintah dan masyarakat berharap hujan segera turun, sekaligus membawa kesejukan dan mengurangi risiko bencana yang mengiringi musim kering di Kalteng.

“Semoga Kalimantan Tengah senantiasa diberikan keselamatan, kesejukan dan keberkahan serta segera mendapatkan curahan hujan,” harap Agustiar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *