WhatsApp Image 2026-07-01 at 12.19.49

PALANGKA RAYA – Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah hingga Mei 2026 masih didominasi kredit konsumtif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah, nilai kredit konsumtif mencapai Rp21,95 triliun atau 39,93 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan.

Data tersebut disampaikan dalam Media Update Triwulan II Tahun 2026 yang digelar OJK Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Selasa (30/6/2026). Selain kredit konsumtif, penyaluran pembiayaan juga berasal dari kredit modal kerja dan kredit investasi yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar 35,01 persen dan 25,06 persen terhadap total kredit.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kalimantan Tengah, Erwan Suryono, mengatakan kredit modal kerja tercatat sebesar Rp19,25 triliun atau 35,01 persen dari total penyaluran kredit. Sementara kredit investasi mencapai Rp13,78 triliun atau 25,06 persen.

Dilihat berdasarkan sektor ekonomi, rumah tangga menjadi penerima kredit terbesar dengan nilai Rp21,61 triliun atau 39,30 persen dari total kredit. Posisi berikutnya ditempati sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menerima pembiayaan sebesar Rp16,48 triliun atau 29,98 persen.

Adapun sektor industri pengolahan memperoleh kredit sebesar Rp1,26 triliun atau 2,30 persen. Selanjutnya, sektor aktivitas jasa lainnya menerima Rp980 miliar atau 1,80 persen, sedangkan sektor konstruksi memperoleh Rp870 miliar atau 1,58 persen dari total penyaluran kredit.

Berdasarkan skala usaha, kredit bank umum masih didominasi debitur non-UMKM dengan nilai Rp36,48 triliun atau 66,35 persen dari total kredit. Sementara itu, pelaku usaha mikro memperoleh kredit sebesar Rp9,30 triliun atau 16,91 persen, usaha kecil Rp5,83 triliun atau 10,61 persen, dan usaha menengah Rp3,37 triliun atau 6,13 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di Kalimantan Tengah hingga Triwulan II 2026 masih terjaga. Menurutnya, kondisi tersebut tercermin dari kinerja intermediasi perbankan yang tetap berjalan di tengah dinamika perekonomian global maupun nasional.

OJK Kalimantan Tengah, lanjut Primandanu, terus mendorong sinergi dengan perbankan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan guna memperluas akses pembiayaan serta memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *