783656606_1693485478619066_3806136588980563810_n

SUKAMARA — Setelah meresmikan Jembatan Garuda Perintis di Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melanjutkan agenda dengan mengunjungi SMAN 1 Balai Riam, Kabupaten Sukamara, Kamis (27/8/2026).

Di hadapan para siswa, Agustiar menempatkan pendidikan sebagai salah satu kunci untuk memutus persoalan kebodohan, pengangguran dan kemiskinan. Namun, menurutnya, kesempatan mendapatkan pendidikan harus diiringi kemauan dan kesungguhan dari para pelajar.

“Anak-anakku sekalian harus punya niat, punya kemauan, punya kesadaran, patuh pada orang tua, mendengarkan guru,” kata Agustiar.

Ia juga mengingatkan siswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi membangun karakter dan sikap dalam kehidupan sehari-hari. Para pelajar diminta menjauhi narkoba serta menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Agustiar turut menyoroti persoalan biaya pendidikan. Ia meminta agar tidak ada pungutan sekolah yang justru membebani peserta didik, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Kami datang ke sini untuk memastikan jangan sampai ada pungutan sekolah, jangan sampai ada yang terbebani,” tegasnya.

Pesan lain datang dari Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan. Ia mengajak para siswa tidak menjadi sekadar pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara positif dan bertanggung jawab.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial dengan menerapkan prinsip “saring sebelum sharing”. Selain itu, para siswa diajak ikut berperan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan, dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengaitkan pembangunan infrastruktur dengan terbukanya akses pendidikan dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda Perintis menjadi salah satu contoh upaya membuka keterisolasian wilayah.

“Kami Kodam sudah membangun 1.006 jembatan dan September akan kita mulai lagi pembangunan-pembangunan ini,” ujar Zainul.

Ia menyebut pembangunan jembatan ke depan akan dilakukan bersama pemerintah daerah dengan melihat wilayah yang membutuhkan akses untuk mendukung perekonomian, transportasi, maupun pendidikan masyarakat.

Di hadapan siswa, Zainul juga berpesan agar mereka serius mengejar cita-cita. Ia menilai tidak ada profesi yang lebih rendah dari profesi lainnya selama dijalankan dengan baik dan memberikan manfaat.

“Belajar tekun untuk meraih profesi yang dicita-citakan. Tetap semangat, tetap optimis, negara tetap hadir untuk semua masyarakat,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Bupati Sukamara Masduki, Ketua DPRD Kabupaten Sukamara Ahmad Darsoni, Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Infanteri Makin serta sejumlah kepala OPD Provinsi Kalteng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *