PALANGKA RAYA – Polemik pemberitaan nasional menyeret reaksi keras dari DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah. Ketua DPW, Faridawaty Dartland Atjeh, secara terbuka mengkritik sebuah media nasional yang dinilai menyajikan konten tidak proporsional terhadap Ketua Umum NasDem, Surya Paloh.
Dalam konferensi pers, Selasa (14/4/2026), Faridawaty menilai tampilan visual pada cover edisi 12 April 2026 telah melewati batas kewajaran. Tidak hanya itu, ia juga menyoroti konten lanjutan berupa podcast yang dianggap memuat informasi tidak akurat dan berpotensi menggiring opini publik.
“Kritik itu bagian dari demokrasi, tapi harus tetap berpijak pada akurasi dan tanggung jawab. Kalau sudah melenceng, itu bukan lagi kritik, tapi bisa jadi distorsi,” tegasnya.
Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial, bukan justru menjadi alat pembentuk persepsi yang bias. Ia menilai, penyajian yang tidak berimbang justru berisiko merusak kepercayaan publik terhadap media itu sendiri.
Faridawaty juga menyinggung visualisasi terhadap Surya Paloh yang dinilai merendahkan martabat personal dan ketokohan seorang pemimpin politik. Ia menyebut, cara penyajian seperti itu berpotensi menimbulkan persepsi publik yang keliru.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa NasDem tetap membuka ruang kritik. Namun, kritik yang dimaksud harus berbasis substansi, disampaikan secara berimbang, dan tetap menjunjung etika.
Sebagai langkah lanjutan, DPW NasDem Kalteng menyatakan dukungan terhadap upaya partai untuk menempuh jalur resmi, termasuk pelaporan ke Dewan Pers. Bahkan, opsi hukum juga terbuka jika ditemukan unsur pencemaran nama baik.
Langkah ini, menurut Faridawaty, bukan sekadar reaksi emosional, melainkan bagian dari upaya menjaga marwah partai sekaligus mendorong praktik jurnalistik tetap berada di koridor etika.
“Ini soal menjaga kehormatan, bukan hanya individu, tapi juga institusi. Kami ingin pers tetap kuat, tapi juga bertanggung jawab,” pungkasnya.(Red)