ChatGPT Image Jul 2, 2026, 05_14_47 PM

Katingan – Operasi penindakan terhadap dugaan tindak pidana narkotika yang dilakukan personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7/2026) dini hari, berujung insiden yang menewaskan satu anggota kepolisian dan satu warga. Hingga kini, dua personel Satresnarkoba masih dalam pencarian.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan upaya pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian.

“Benar ada kejadian itu dan saat ini kami masih fokus melakukan pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan,” ujar Dodik.

Berdasarkan keterangan Kapolres, operasi diawali dengan penggerebekan terhadap seorang terduga pelaku tindak pidana narkotika. Setelah salah seorang terduga berhasil diamankan, situasi di lokasi berubah ketika sejumlah anggota keluarga terduga pelaku diduga melakukan penyerangan terhadap petugas menggunakan senjata tajam.

Dalam kondisi tersebut, petugas melakukan tindakan kepolisian. Akibatnya, satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia.

“Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang. Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia,” kata Kapolres.

Menurut Dodik, situasi kemudian berkembang ketika warga lain turut mendatangi lokasi sehingga memicu perlawanan terhadap personel yang sedang menjalankan operasi.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudi Kristian, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, gugur saat bertugas. Sementara dua personel lainnya hingga kini masih belum ditemukan dan sedang dicari melalui penyisiran di sekitar lokasi kejadian, termasuk wilayah perairan di sekitar desa.

Kapolres menyampaikan bahwa kondisi keamanan di Desa Tumbang Kalemei saat ini telah berangsur kondusif. Sementara itu, pihak keluarga terduga pelaku dilaporkan telah meninggalkan lokasi setelah kejadian berlangsung.

Sebagai bagian dari penanganan peristiwa tersebut, Polda Kalimantan Tengah mengerahkan sekitar 50 personel untuk memperkuat proses pengamanan, pencarian, dan penyelidikan di lokasi.

Peristiwa itu juga mendapat perhatian dari Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN). Ketua GDAN Kalimantan Tengah, Ririn Binti, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya anggota kepolisian serta mengutuk tindakan kekerasan terhadap aparat yang sedang menjalankan tugas penegakan hukum.

Ia juga menyatakan dukungan kepada kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk menangkap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab.

Selain menyampaikan duka cita kepada keluarga anggota kepolisian yang gugur, GDAN mengajak masyarakat untuk mendukung upaya pemberantasan peredaran narkotika dan menjaga situasi keamanan agar proses penegakan hukum dapat berjalan dengan baik.

Hingga berita ini ditulis, proses pencarian terhadap dua personel Satresnarkoba Polres Katingan masih terus dilakukan, sementara kepolisian juga melanjutkan penyelidikan guna mengungkap secara utuh kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *