PALANGKA RAYA – Di tengah kepulan asap dan ancaman karhutla yang masih menghantui sejumlah wilayah Palangka Raya, perhatian terhadap mereka yang berada di garis depan penanganan terus menjadi sorotan.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Andina Thresia Narang, turun langsung ke kawasan Kereng Bangkirai, Selasa (20/10/2026).
Dalam kunjungan masa reses tersebut, Andina bersama Lurah Kereng Bangkirai, Babinsa, dan Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) menyusuri sejumlah titik untuk melihat kondisi sarana pendukung penanganan karhutla.
Salah satunya dengan mengecek sumur bor yang berada di kawasan dermaga serta sumur bor di RT 01 dan RT 02. Sarana tersebut menjadi bagian dari upaya antisipasi apabila sewaktu-waktu muncul titik api di sekitar permukiman.
“Kunjungan hari ini dilakukan pada masa reses. Kami dari Fraksi Partai NasDem DPR RI memberikan bantuan kepada para relawan yang ada di Kereng Bangkirai. Bantuan yang kami berikan berupa dua sumur bor, masker, oksigen, dan susu beruang untuk membantu mengoptimalkan kerja para relawan,” kata Andina.
Tak hanya sarana pemadaman, bantuan untuk para relawan juga disalurkan dalam bentuk sembako, susu, masker, vitamin, hingga oksigen.
Di tengah kunjungan, suasana sedikit mencair ketika Andina bertemu anak-anak di kawasan tersebut. Ia membagikan masker sekaligus memberikan mainan kepada mereka.
Senyum anak-anak terlihat dari balik masker yang dikenakan. Momen sederhana itu menjadi gambaran bahwa di tengah persoalan karhutla, perlindungan terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak, juga menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Andina mengatakan, upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum api membesar dan meluas. Keberadaan sumur bor di kawasan permukiman, menurutnya, menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
“Sumur bor ini juga disiapkan sebagai langkah antisipasi, mengingat lokasi ini berada di kawasan permukiman. Kita tentu berharap tidak ada lagi titik api yang muncul. Kami juga berdoa agar masyarakat Kalimantan Tengah selalu diberikan kesehatan,” ujarnya.

Perjalanan tersebut juga membawa Andina melihat sisi lain dari dampak musim kering. Kawasan wisata Kereng Bangkirai yang biasanya ramai dikunjungi kini turut menghadapi kondisi kekeringan.
Kondisi lingkungan tersebut menjadi pengingat bahwa musim kering tidak hanya meningkatkan ancaman karhutla, tetapi juga memberikan dampak terhadap kawasan wisata dan kehidupan masyarakat sekitar.
Andina berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dan langkah pencegahan agar persoalan karhutla tidak kembali berulang.
“Harapan saya, sebelum karhutla terjadi, harus ada langkah-langkah preventif atau pencegahan. Semoga ke depannya pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat bekerja sama, bersinergi, dan berkolaborasi agar bencana karhutla seperti ini tidak kembali terjadi pada tahun depan,” pungkasnya.