Zaskia Adya Mecca Tak Kuasa Tahan Tangis Saat Lihat Langsung Karhutla Kalteng: “Mereka Sudah Jalani 4 Bulan”

PALANGKA RAYA – Ada pemandangan yang membuat Zaskia Adya Mecca tak mampu menahan air mata ketika turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Artis sekaligus istri sutradara Hanung Bramantyo itu datang bersama Rangkul Foundation untuk melihat secara langsung kondisi warga dan titik karhutla yang hingga kini masih menjadi persoalan serius.

Bagi Zaskia, kunjungan kali ini terasa berbeda. Selama beberapa bulan terakhir ia mengaku telah turun ke berbagai lokasi, namun kondisi di Kalteng membuat emosinya begitu tersentuh.

“Maaf banget nangis mulu. Selama aku turun ke lapangan, kok ini rasanya paling emosional ya. Empat bulan masih kayak begini dan belum tahu kapan akan selesai,” ungkap Zaskia di akun media sosialnya, selasa 20/10/26.

Sebagai seorang ibu dengan empat anak, kondisi asap yang menyelimuti permukiman membuatnya semakin bisa membayangkan betapa berat kehidupan masyarakat yang harus bertahan dalam situasi tersebut.

Ia bahkan mengaku merasa khawatir ketika melihat ada aktivitas pembakaran sampah di dekat rumah, mengingat dampaknya terhadap kualitas udara.

Menurut Zaskia, berada langsung di tengah kondisi karhutla membuat dirinya menyadari bahwa persoalan tersebut jauh lebih berat dibandingkan apa yang terlihat dari luar.

“Ini adalah tempat yang tidak layak banget untuk orang hidup. Udara ini sebenarnya lebih baik dari minggu lalu, tapi bagi saya ini masih pekat banget asapnya,” ungkapnya.

Zaskia menyebut, masyarakat yang berada di wilayah terdampak telah menjalani situasi tersebut selama berbulan-bulan. Hal itu membuatnya menyadari bahwa tidak semua orang memiliki pilihan untuk meninggalkan tempat yang sudah mereka tinggali.

“Buat kita yang hidupnya lebih baik, sebuah privilege bisa punya pilihan di tempat yang lebih baik. Karena di tempat ini nggak ada pilihan buat keluar, nggak ada tempat lain untuk pergi. Berat banget,” tuturnya.

Tak hanya melihat kondisi dari dekat, Zaskia juga ikut terlibat dalam penanganan karhutla. Ia berkesempatan membantu memadamkan api yang membakar lahan gambut.

Momen tersebut menjadi pengalaman emosional bagi Zaskia. Baginya, turun langsung bukan sekadar melihat asap dan api, tetapi juga menyaksikan bagaimana masyarakat harus bertahan menghadapi kondisi yang telah berlangsung cukup lama.

Di tengah kepulan asap dan lahan yang masih terbakar, Zaskia pun menyampaikan harapan sederhana yang mungkin menjadi doa banyak masyarakat Kalteng.

“Ya Allah, turunkan hujan. Bantuan terbaik-Mu.”(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *