WhatsApp Image 2026-04-24 at 07.12.24


Peringatan Hari Kartini tahun 2026 menjadi momentum reflektif bagi berbagai kalangan, termasuk anggota DPD RI Komite IV dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Siti Aseanti. Dalam pandangannya, semangat yang diwariskan R.A. Kartini masih relevan di tengah dinamika sosial saat ini.

Ia menyoroti bahwa perjuangan Kartini tidak hanya sebatas simbol, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya akses pendidikan dan ruang partisipasi yang setara bagi perempuan. Menurutnya, perempuan masa kini menghadapi tantangan yang berbeda, namun memiliki peluang lebih luas untuk berkontribusi dalam berbagai sektor.

“Perempuan hari ini harus berani bermimpi dan melangkah lebih jauh. Tidak ada lagi batasan untuk mengenyam pendidikan tinggi dan mengambil peran dalam pembangunan,” ujar Siti Aseanti.

Siti Aseanti memandang bahwa keberanian perempuan untuk bermimpi dan berkarya merupakan bentuk nyata dari kelanjutan perjuangan emansipasi. Ia juga menekankan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama dalam mendorong perempuan untuk mengambil peran strategis, baik di ranah publik maupun domestik.

“Semangat Kartini mengajarkan kita bahwa dari keterbatasan bisa lahir perubahan besar. Dari gelapnya tradisi yang membelenggu, perempuan mampu membawa terang bagi masa depan,” tambahnya.

Momentum Hari Kartini, lanjutnya, seharusnya tidak hanya berhenti pada seremoni, melainkan menjadi penguat kesadaran kolektif bahwa perempuan memiliki hak dan kapasitas yang sama dalam menentukan arah masa depan.

“Ini bukan hanya peringatan, tapi pengingat bahwa kesetaraan harus terus diperjuangkan bersama, termasuk di daerah seperti Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, keterlibatan perempuan dinilai semakin penting, terutama dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi yang terus berkembang. Dengan semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang”, peringatan ini kembali mengangkat pesan bahwa transformasi sosial dapat dimulai dari keberanian untuk keluar dari batasan lama, menuju masa depan yang lebih inklusif dan setara.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *