Geger! Benda Logam 6 Meter Muncul di Kebun Sawit Kotim, Ternyata Puing Roket China

KOTAWARINGIN TIMUR – Suasana perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mendadak menjadi perhatian setelah sebuah benda logam berukuran besar ditemukan tergeletak di dalam parit.

Benda tersebut ditemukan di kawasan perkebunan PT Agro Bukit, tepatnya di Kilometer 26 Jalan Sampit-Pangkalan Bun, Senin (19/10/2026) pagi. Bentuknya yang tidak biasa sempat membuat pekerja menduga benda itu merupakan bagian dari pesawat atau helikopter.

Benda sepanjang sekitar 6 meter itu ditemukan di blok G/F 3839. Sejumlah kabel masih terlihat menempel pada bagian logam, sementara permukaannya menunjukkan bekas sambungan dan pengelasan.

Untuk memindahkannya saja, sekitar 20 pekerja disebut harus turun tangan. Berat benda tersebut diperkirakan hampir mencapai 100 kilogram.

Temuan ini semakin mengundang tanda tanya karena sehari sebelumnya, warga di sejumlah wilayah Kotim mendengar suara dentuman keras yang disertai getaran.

Suara tersebut dilaporkan terdengar hingga Cempaga Hulu, Telawang, Mentawa Baru Ketapang dan Baamang. Warga pun sempat bertanya-tanya apakah dentuman itu berkaitan dengan benda yang ditemukan di kebun sawit.

Awalnya, aparat belum dapat memastikan asal-usul benda tersebut. Korem 102/Panju Panjung kemudian menerjunkan personel dan berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan di bidang keantariksaan.

Setelah dilakukan penelusuran dan koordinasi, teka-teki itu akhirnya terjawab.

Pihak Bandara H Asan Sampit menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari BRIN, benda tersebut merupakan bagian dari roket pembawa satelit China, Zhuque-2E, yang jatuh di wilayah Kotim pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 17.36 WIB.

Identifikasi juga diperkuat dengan adanya kode pada bagian benda, termasuk kode “2ZQE31-20-15”. KNKT kemudian berkoordinasi dengan BRIN untuk mencocokkan temuan tersebut dengan data roket.

Puing yang ditemukan selanjutnya dievakuasi ke Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, untuk pemeriksaan lebih lanjut sekaligus memastikan aspek keamanannya.

Peristiwa ini pun menjadi pengingat bahwa benda dari luar angkasa bisa saja kembali memasuki atmosfer dan sebagian materialnya mencapai permukaan bumi.

Yang awalnya membuat warga bertanya-tanya karena bentuknya menyerupai bangkai pesawat, ternyata merupakan bagian dari perjalanan sebuah roket yang sebelumnya membawa misi satelit ke luar angkasa.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *