WhatsApp Image 2026-01-27 at 12.44.12 (1)

PALANGKA RAYA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mencatat dalam beberapa hari terakhir curah hujan di wilayah Kalteng relatif menurun dan kondisi cuaca didominasi panas. Meski demikian, hujan sempat terjadi di beberapa wilayah, sehingga kondisi tersebut patut disyukuri.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Sugiono, mengatakan saat ini Kalimantan Tengah mulai memasuki masa peralihan musim atau pancaroba menuju musim kemarau. Pada periode ini, potensi cuaca panas masih cukup dominan.

“Ke depan kita memasuki musim peralihan. Mudah-mudahan tidak terjadi panas yang ekstrem, namun kita tetap harus bersiap dan waspada,”ucapnya, Selasa (27/1/2026).

BMKG juga terus memantau perkembangan fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan. Dalam hal ini berharap intensitas El Nino tidak terlalu tinggi sehingga dampaknya terhadap Kalimantan Tengah dapat diminimalkan.

“Kami terus memantau perkembangan El Nino. Informasi terbaru nantinya akan kami sampaikan kepada para pemangku kepentingan, pemerintah daerah, serta masyarakat,”tambahnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca tujuh hari ke depan, potensi hujan ringan masih dapat terjadi di beberapa wilayah Kalimantan Tengah. Namun secara umum, kondisi cuaca diperkirakan masih didominasi panas.

“Selain itu, BMKG telah mendeteksi sejumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Tengah. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah titik panas sempat mencapai lebih dari 147 titik, dengan sebaran di sejumlah wilayah, terutama di bagian tengah, utara, serta beberapa wilayah pinggiran Kalteng bagian timur,”lanjutnya.

Titik panas tersebut tersebar di beberapa wilayah dan terus akan di pantau setiap hari karena sifatnya fluktuatif, bisa naik dan turun, BMKG terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti BPBD, SAR, dan pemerintah daerah, untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Dalam hal ini juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan seiring masuknya musim pancaroba menuju kemarau,” tuturnya.

Masyarakat diminta menghindari aktivitas pembakaran yang tidak perlu serta segera melaporkan atau memadamkan api secara mandiri apabila ditemukan titik api di lingkungan sekitar.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan,”ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *