PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah mengintensifkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat selama Ramadan 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Semarak Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) yang digelar untuk meningkatkan literasi masyarakat dalam mengenali, merawat, dan menggunakan Rupiah secara tepat.
Sepanjang Ramadan, edukasi CBP dilakukan melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang menjangkau lebih dari 4.000 peserta di seluruh Kalimantan Tengah. Sasaran kegiatan mencakup pelaku usaha, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.
Program edukasi tersebut antara lain menyasar 49 pelaku UMKM, mahasiswa melalui kegiatan BI Majar Tabela, serta siswa dalam Pawai Tahrib Ramadan. Selain itu, edukasi juga diberikan kepada siswa-siswi SMA se-Kota Palangka Raya melalui kegiatan Betang Juara Pojok Rupiah.
Kegiatan serupa juga dilakukan dalam program Goes to School yang melibatkan 542 siswa bekerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah. Edukasi juga menyasar kalangan akademisi, yakni 28 anggota MES dan 22 dosen FEBI UIN Palangka Raya melalui pelatihan Training of Trainers (TOT) Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).
Selain melalui lembaga pendidikan, sosialisasi CBP Rupiah juga menjangkau masyarakat luas. Sekitar 1.000 warga mengikuti edukasi dalam kegiatan SERAMBI dan Gerakan Pangan Murah, serta 1.000 masyarakat lainnya di Pasar Ramadan Datah Manuah. Edukasi juga dilakukan kepada 300 peserta dalam layanan kas keliling dalam kota serta 38 siswa Shining Kids School melalui kunjungan literasi ke kantor BI.
Dalam pilar Cinta Rupiah, masyarakat dikenalkan cara mengenali keaslian uang menggunakan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Selain itu, BI juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kualitas uang dengan prinsip 5J, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.
BI juga mengimbau masyarakat yang ingin menukarkan uang pecahan kecil agar menggunakan layanan resmi melalui situs PINTAR (pintar.bi.go.id). Penukaran melalui jalur tidak resmi dinilai berisiko, seperti kemungkinan menerima uang palsu, jumlah lembar tidak sesuai, hingga adanya biaya tambahan.
Sementara pada pilar Bangga Rupiah, masyarakat diajak menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi ekonomi. Momentum Ramadan dan Idulfitri dinilai menjadi periode penting karena meningkatnya aktivitas konsumsi di pasar rakyat, pusat perbelanjaan hingga sektor UMKM.
Adapun melalui pilar Paham Rupiah, BI mengingatkan masyarakat agar berbelanja secara bijak selama Ramadan. Masyarakat diminta membeli sesuai kebutuhan dan menghindari panic buying guna menjaga stabilitas harga dan daya beli.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias mengatakan penguatan literasi CBP Rupiah diharapkan membuat masyarakat tidak hanya memperoleh layanan uang tunai yang memadai, tetapi juga memahami cara mengenali uang asli, menjaga kualitas Rupiah, serta bertransaksi secara bijak.
“Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya menukar uang di saluran resmi serta menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kelancaran aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri di Kalimantan Tengah.(red)