Screenshot

Screenshot

PALANGKA RAYA – Puluhan wadah makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercecer di kawasan Bundaran Burung, Kota Palangka Raya, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Insiden tersebut terjadi saat kendaraan operasional distribusi milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palangka Raya Pahandut Langkai 4 dalam perjalanan menuju SMKN 3 Palangka Raya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pintu box kendaraan pengangkut makanan terbuka saat melintas di lokasi sehingga sejumlah ompreng berisi makanan jatuh ke badan jalan. Kejadian itu sempat menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan setelah foto serta video kondisi ompreng yang berserakan beredar di media sosial.

Kepala Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya, Analistra Susedia Putri, menjelaskan bahwa hasil evaluasi awal menunjukkan insiden tersebut terjadi akibat pintu box kendaraan yang tidak terkunci dengan sempurna sebelum keberangkatan.

Menurutnya, kendaraan yang sedang mendistribusikan makanan bergizi mengalami kendala teknis berupa terbukanya pintu box saat dalam perjalanan menuju lokasi penerima manfaat.

Dari hasil pendataan, sebanyak 19 ompreng terdampak dan tidak dapat didistribusikan kepada siswa penerima manfaat. Seluruh makanan yang jatuh langsung ditarik dan tidak disalurkan kepada penerima program.

Pihak SPPG kemudian menyiapkan makanan pengganti dari dapur produksi dalam jumlah yang sama untuk memastikan distribusi kepada siswa tetap berjalan sesuai jadwal. Dengan langkah tersebut, jumlah makanan yang diterima siswa tidak mengalami pengurangan.

Analistra menyebut penggantian makanan dilakukan untuk menjaga kualitas serta keamanan pangan yang diterima para penerima manfaat. Makanan yang tercecer di jalan tidak digunakan kembali dalam proses distribusi.

Sebagai tindak lanjut, Kepala SPPG telah menyampaikan laporan kejadian kepada Koordinator Wilayah dan Koordinator Kecamatan sesuai mekanisme pelaporan internal. Di saat yang sama, manajemen SPPG bersama mitra pelaksana melakukan evaluasi terhadap prosedur distribusi makanan yang berlaku.

Evaluasi meliputi pemeriksaan standar operasional pengangkutan, pengecekan kondisi armada distribusi, hingga pengawasan terhadap petugas yang bertugas mengantarkan makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Pihak manajemen juga mengambil tindakan terhadap pengemudi yang bertugas pada saat kejadian. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembinaan dan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Meski sempat terjadi kendala dalam proses distribusi, BGN Kota Palangka Raya memastikan seluruh makanan yang tercecer telah diganti dengan makanan baru dan distribusi Program Makan Bergizi Gratis kepada siswa di SMKN 3 Palangka Raya tetap terlaksana pada hari yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *