ChatGPT Image Jul 26, 2026, 08_58_28 AM

PALANGKA RAYA – Langit malam di Kota Cantik terasa berbeda, Jumat (24/7/2026). Cahaya Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman memantul lembut di antara ribuan jamaah yang terus berdatangan. Dari halaman hingga ruang utama masjid, masyarakat dari berbagai penjuru memenuhi setiap sudut dengan satu tujuan yang sama: bersyukur atas perjalanan Kota Palangka Raya sekaligus menimba ilmu agama melalui Tablig Akbar bersama dai nasional, Ustadz M. Nur Maulana.

Tidak ada sekat usia maupun latar belakang. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga tokoh masyarakat duduk berdampingan dalam suasana yang khusyuk. Malam itu, Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya tidak hanya diperingati dengan kemeriahan, tetapi juga melalui doa dan perenungan bersama.

Gemuruh lantunan ayat suci Al-Qur’an membuka rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh keteduhan. Di bawah kubah megah yang menjadi salah satu ikon Kota Palangka Raya, masyarakat larut dalam nuansa religius yang mempererat tali persaudaraan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Wakil Wali Kota Achmad Zaini, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, serta ribuan warga yang memadati kompleks masjid sejak sore hari.

Kehadiran Ustadz M. Nur Maulana menjadi magnet tersendiri. Dengan gaya khasnya yang santai, komunikatif, dan sesekali diselingi humor, ia mampu menghidupkan suasana tanpa mengurangi makna dari setiap pesan yang disampaikan.

Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa rasa syukur bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Syukur itu bukan hanya mengatakan Alhamdulillah, tetapi juga menjaga persaudaraan, saling membantu, menjaga amanah, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain,” menjadi inti pesan yang menggema di hadapan ribuan jamaah.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Kota Palangka Raya yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat yang religius, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

Di tengah dinamika pembangunan perkotaan, Pemerintah Kota Palangka Raya menjadikan kegiatan keagamaan sebagai ruang untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Tablig Akbar bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ikhtiar membangun fondasi moral masyarakat agar pembangunan berjalan seiring dengan penguatan akhlak.

Semangat itu juga selaras dengan upaya menanamkan budaya integritas dan antikorupsi. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, serta amanah yang disampaikan dalam tausiyah menjadi bagian penting dalam membentuk masyarakat yang mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Menjelang akhir acara, seluruh jamaah menengadahkan tangan dalam doa bersama. Suasana hening menyelimuti masjid ketika harapan dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kemajuan Kalimantan Tengah, dan keberkahan bagi Kota Palangka Raya.

Doa-doa itu mengalir dengan satu harapan yang sama: agar Kota Cantik senantiasa menjadi daerah yang damai, aman, sejahtera, dan terus berkembang sebagai kota yang memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya.

Antusiasme masyarakat yang memenuhi Masjid Agung Kubah Kecubung menjadi gambaran bahwa nilai-nilai religius masih memiliki tempat yang kuat di hati warga Palangka Raya. Kebersamaan yang terjalin dalam satu majelis ilmu menjadi modal sosial yang berharga untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Lebih dari sekadar peringatan hari jadi, malam itu menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari gedung-gedung yang berdiri megah atau pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Kemajuan sejati juga lahir dari masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, saling menghormati, dan memiliki semangat gotong royong.

Di bawah cahaya Kubah Kecubung, ribuan warga pulang membawa lebih dari sekadar kenangan. Mereka membawa pesan tentang pentingnya rasa syukur, persatuan, dan kepedulian. Nilai-nilai itulah yang diharapkan terus mengiringi perjalanan Palangka Raya menuju masa depan sebagai kota yang KEREN—Kolaboratif, Ekonomi Maju, Religius, Energik, dan Nyaman—serta menjadi rumah yang damai dan membanggakan bagi seluruh masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *