NUS0733

Palangka Raya – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Developer Properti Indonesia (Deprindo) Kalimantan Tengah resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2029. Kepengurusan yang dipimpin Yemima Eka Ampung dikukuhkan langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Deprindo, Jarot Warjito, dalam rangkaian Pelantikan dan Musyawarah Wilayah (Muswil) II DPW Deprindo Kalimantan Tengah di Ballroom M Bahalap Hotel, Palangka Raya, Kamis (23/7/2026).

Prosesi pelantikan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo yang mewakili Gubernur Agustiar Sabran. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan dukungannya terhadap penguatan sektor properti sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus mitra strategis dalam menyukseskan Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah.

Dalam sambutannya, Edy Pratowo mengatakan pembangunan sektor perumahan memiliki dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pemanfaatan material lokal, hingga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sektor perumahan dan properti bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah. Pembangunan perumahan membuka lapangan kerja, meningkatkan penggunaan material lokal, dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” ujar Edy.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memandang Deprindo sebagai mitra penting dalam mendukung program penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami berharap Deprindo dapat terus bersinergi dengan pemerintah dalam mempercepat penyediaan rumah layak melalui Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah sekaligus mendorong investasi properti yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Selain pelantikan, kegiatan tersebut juga diisi Workshop Pengembang dan Forum Bisnis yang diharapkan menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar pelaku industri properti, pemerintah, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Ketua DPW Deprindo Kalimantan Tengah periode 2026–2029, Yemima Eka Ampung, menegaskan kepengurusan baru membawa komitmen untuk memperkuat peran pengembang lokal dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi. Di tangan para pengembang ada harapan ribuan masyarakat untuk memiliki rumah yang layak, aman, dan bermartabat,” ujar Yemima.

Menurutnya, industri properti memiliki efek berganda yang besar karena setiap pembangunan rumah mampu menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga penyerapan tenaga kerja.

Sebagai langkah strategis, Deprindo Kalimantan Tengah akan mendorong penyempurnaan regulasi tata ruang agar pembangunan kawasan perumahan lebih efisien, sekaligus meningkatkan kompetensi pengembang melalui Akademi Deprindo yang akan dikembangkan bersama perguruan tinggi dan instansi teknis.

Di sisi lain, organisasi juga memperkuat sinergi dengan sektor perbankan, di antaranya Bank Kalteng, BTN, Bank Mandiri, BNI, dan BRI, guna memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat maupun pelaku usaha properti.

“Kami ingin pengembang lokal menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Dengan proyek yang bersih, profesional, dan memiliki kepastian hukum, kami siap mendukung pembangunan rumah rakyat serta pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah,” tegas Yemima.

Kepengurusan DPW Deprindo Kalimantan Tengah periode 2026–2029 dipimpin oleh Yemima Eka Ampung sebagai Ketua, didampingi jajaran pengurus yang terdiri dari Eldoniel Asli Mahar, Joseph Immanuel Mahar, Abigail Githa Susanti, Stephany Marisa Endianita, Fellino Basten Nyampai, Nanda Achmad Hermawan, Rachmani Arief, Doni Unjung, Dodi Eduardo Sitanggang, serta dukungan perusahaan anggota, di antaranya PT Karya Citra Muda Utama dan PT Tingang Perkasa.

Dengan kepengurusan baru tersebut, Deprindo Kalimantan Tengah diharapkan mampu memperkuat kolaborasi bersama pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat pembangunan sektor perumahan, meningkatkan investasi properti, serta memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *