IMG-20260722-WA0022

BANDUNG – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya (FMIPA UPR) memperkuat langkah pengembangan pendidikan tinggi dengan menjalin kemitraan strategis bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang menjadi landasan penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus pengembangan sumber daya manusia, riset, dan inovasi.

Penandatanganan berlangsung di Dekanat FMIPA ITB dan dilakukan langsung oleh Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D., bersama Dekan FMIPA UPR, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si.

Dua dokumen yang disepakati meliputi Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dan Perjanjian Kerja Sama Jalur Kerja Sama Sarjana–Magister Antar Institusi (JKSM). Kesepakatan tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan pembangunan.

Dekan FMIPA UPR, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si., mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menggabungkan keunggulan akademik kedua institusi sehingga mampu menghasilkan kolaborasi yang berdampak nyata.

“Penandatanganan dua perjanjian ini menjadi tonggak awal kolaborasi jangka panjang antara FMIPA UPR dan FMIPA ITB dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas jejaring riset, serta menghasilkan inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ujarnya.

Melalui kemitraan tersebut, kedua fakultas akan mengembangkan berbagai program bersama yang mencakup pendidikan dan pelatihan, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, sertifikasi kompetensi, penguatan kelembagaan, publikasi ilmiah, hingga kegiatan akademik lainnya.

Kolaborasi ini dinilai saling melengkapi. FMIPA UPR membawa potensi riset berbasis kekayaan sumber daya alam dan isu strategis Kalimantan, seperti pengelolaan lahan gambut, kehutanan, pertambangan, perkebunan, biodiversitas, energi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Sementara FMIPA ITB memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, jejaring akademik, serta inovasi yang telah diakui di tingkat nasional maupun internasional.

Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa FMIPA UPR, memperluas peluang penelitian bersama, sekaligus mempercepat hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan oleh dunia industri, pemerintah, dan masyarakat.

Salah satu poin penting dalam kerja sama ini adalah implementasi Jalur Kerja Sama Sarjana–Magister Antar Institusi (JKSM). Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa tingkat akhir FMIPA UPR untuk mengambil sejumlah mata kuliah Program Magister FMIPA ITB melalui mekanisme credit earning.

Skema tersebut memungkinkan mahasiswa melanjutkan pendidikan magister di FMIPA ITB setelah menyelesaikan studi sarjana dengan pengakuan terhadap mata kuliah yang telah ditempuh sesuai ketentuan. Selain itu, penelitian tugas akhir sarjana juga dapat diintegrasikan dengan tesis magister melalui pembimbingan bersama dosen dari kedua perguruan tinggi.

Model pembelajaran ini diharapkan mampu memperkuat budaya riset mahasiswa, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, mempercepat penyelesaian studi lanjut, serta menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik dan kemampuan penelitian yang lebih kompetitif.

Kerja sama juga mencakup penyempurnaan kurikulum, pengembangan bahan ajar, seminar, lokakarya, pelatihan, pertukaran pengalaman akademik, publikasi ilmiah bersama, pengembangan inovasi, hingga pendampingan menuju kemitraan industri dan hilirisasi hasil penelitian.

Perjanjian Kerja Sama Tridharma berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Setiap program akan dijabarkan melalui Kerangka Acuan Kerja yang memuat mekanisme pelaksanaan, target luaran, pembiayaan, serta sistem monitoring dan evaluasi.

Melalui kemitraan ini, FMIPA UPR dan FMIPA ITB berharap dapat membangun ekosistem riset yang semakin kuat, menghubungkan potensi strategis Kalimantan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi dunia akademik, industri, pemerintah, lingkungan, dan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *