WhatsApp-Image-2026-07-31-at-10.59.53-AM-1030x686

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memperkuat upaya perlindungan kesehatan masyarakat di tengah semakin pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendistribusikan masker gratis serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan masker telah didistribusikan ke seluruh puskesmas untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak usia sekolah, ibu hamil, lanjut usia (lansia), dan warga yang datang memanfaatkan layanan kesehatan.

Menurut Riduan, penurunan kualitas udara akibat kabut asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

“Jika tidak ada kepentingan yang mendesak, sebaiknya aktivitas di luar rumah dikurangi. Namun apabila harus keluar rumah, gunakan masker dengan benar sebagai perlindungan dari paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan,” ujar Riduan, Jumat (31/7/2026).

Selain menggunakan masker, Dinkes mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, beristirahat yang cukup, serta memenuhi kebutuhan vitamin selama musim kabut asap.

Riduan juga meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala awal gangguan saluran pernapasan seperti batuk, pilek, iritasi tenggorokan, maupun sesak napas. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan sedini mungkin penting dilakukan agar penanganan medis dapat segera diberikan sebelum kondisi memburuk.

“Saya minta kepada masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala awal gangguan saluran pernapasan. Pemeriksakan diri sedini mungkin agar penanganan medis dapat segera diberikan sebelum kondisi kesehatan memburuk,” tegasnya.

Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiagakan seluruh jaringan fasilitas kesehatan, terdiri atas empat puskesmas induk dan 43 puskesmas pembantu (Pustu) yang siap memberikan layanan bagi warga terdampak kabut asap.

Dinas Kesehatan juga terus melakukan pemantauan perkembangan kasus penyakit yang berkaitan dengan kabut asap, terutama ISPA, melalui koordinasi intensif dengan seluruh puskesmas di Kota Palangka Raya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara cepat selama musim karhutla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *