WhatsApp Image 2026-08-04 at 13.34.09

PALANGKA RAYA-Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah melalui Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Damkarhutla) terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.

Upaya tersebut dilakukan melalui operasi pemadaman, pemantauan lapangan, patroli, serta penguatan langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan risiko meluasnya kebakaran selama musim kemarau.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengatakan operasi pengendalian Karhutla dilaksanakan secara terpadu dengan mengoptimalkan seluruh personel, sarana, dan prasarana yang tersedia. Seluruh unsur yang terlibat menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing disertai pelaporan perkembangan kondisi di lapangan secara berkala.

“Penanganan Karhutla terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Seluruh personel bekerja sesuai tugasnya masing-masing dan terus melaporkan perkembangan kondisi di lapangan,”ucapnya, Senin (3/8/26).

Dalam pelaksanaan operasi, Damkarhutla Dishut Kalteng mengedepankan pemantauan lapangan sebagai salah satu strategi utama untuk menentukan prioritas penanganan, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Informasi hasil patroli menjadi dasar dalam penentuan langkah pemadaman maupun pencegahan di wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran.

“Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, pada periode pemantauan 2 Agustus 2026 pukul 00.00–23.00 WIB terdeteksi 125 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Tengah,” tambahnya.

Pada periode yang sama, kondisi cuaca pada pagi hari umumnya cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin berkisar 8–16 kilometer per jam serta jarak pandang mencapai 8–10 kilometer.

“Sementara itu, hasil pemantauan hotspot, patroli drone, serta verifikasi melalui sistem Sipongi dan Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan kondisi Karhutla di Kalimantan Tengah secara umum masih terkendali,” lanjutnya.

Sebagian besar titik panas telah diverifikasi dan dinyatakan HS Target Clear, di antaranya berada di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas; Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan; Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau; serta Kecamatan Bukit Santuai, Antang Kalang, dan Parenggean di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Meski demikian, Dishut Kalteng masih memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah lokasi yang memerlukan penanganan lanjutan. Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, yang masih ditemukan asap sisa kebakaran, Kecamatan Paju Epat dan Paku di Kabupaten Barito Timur, serta Kecamatan Manuhing di Kabupaten Gunung Mas,”tuturnya.

Selain itu, aktivitas pembukaan lahan di sejumlah wilayah juga terus dipantau sebagai langkah antisipasi munculnya titik api baru.

“Selain melakukan pemadaman, Dishut Kalteng memperkuat upaya pencegahan melalui pelibatan Masyarakat Peduli Api (MPA), patroli rutin di kawasan lahan gambut, pengecekan ketersediaan sumber air, serta edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar berikut ancaman sanksi pidana sesuai ketentuan yang berlaku,”urainya.

Sebagai bagian dari peningkatan kewaspadaan masyarakat, dua regu Damkarhutla Dishut Kalteng juga melaksanakan siaran keliling di kawasan Jalan Nagasari dan Kelurahan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya.

“Dalam kegiatan tersebut, petugas membagikan leaflet, brosur, dan masker, sekaligus mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api sehingga kebakaran dapat ditangani lebih cepat dan tidak meluas,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *