PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya masih berlangsung hingga Kamis (6/8/2026), meskipun sebelumnya PT PLN (Persero) menargetkan penghentian pemadaman bergilir pada 5 Agustus 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, informasi jadwal pemadaman masih disampaikan melalui kanal resmi WhatsApp Unit Layanan Distribusi (ULD) Palangka Raya Timur dan ULD Palangka Raya Barat. Dalam pemberitahuan tersebut, pemadaman bergilir dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB di sejumlah kawasan Kota Palangka Raya.
Masih berlanjutnya pemadaman memunculkan pertanyaan dari masyarakat, mengingat sebelumnya PLN menyampaikan bahwa penghentian pemadaman bergilir ditargetkan selesai pada 5 Agustus 2026.
Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan kembali memanggil General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah apabila hingga 6 Agustus pasokan listrik di sejumlah wilayah belum kembali normal.
“Terkait PLN yang masih mati listrik hingga 6 Agustus, apakah akan ada pemanggilan lagi atau tidak, akan kami panggil GM Kalselteng lagi untuk diminta klarifikasi yang jelas,” ujar Agustiar Sabran.
Menurut Gubernur, masyarakat berhak memperoleh kepastian mengenai kondisi kelistrikan, mengingat pemadaman telah berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, dunia usaha, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pemerintah Provinsi akan terus mengawal persoalan ini. Kami ingin masyarakat mendapatkan kepastian, bukan informasi yang berubah-ubah. Karena itu, apabila kondisi belum juga normal, kami akan meminta penjelasan langsung dari pihak PLN,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah meminta PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan diberlakukannya pemadaman bergilir. Saat itu, PLN menyampaikan target pemulihan dilakukan secara bertahap hingga sistem kembali normal.
Namun demikian, hingga 5 Agustus berlalu dan memasuki 6 Agustus, masih terdapat laporan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya. Kondisi tersebut mendorong munculnya harapan agar PLN kembali memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan proses normalisasi sistem kelistrikan.
Sebelumnya, Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Ahmad Humaidi, menyatakan informasi yang menyebut target normalisasi pelayanan listrik mundur hingga 25 Agustus 2026 tidak benar.
Menurut Ahmad, sejak awal PLN menetapkan 5 Agustus 2026 sebagai target berakhirnya pemadaman bergilir, seiring selesainya proses perbaikan dan beroperasinya kembali PLTU SLK Unit 1 berkapasitas 100 megawatt (MW) ke dalam sistem interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Target 5 Agustus 2026 yang telah kami sampaikan sejak awal merupakan target berakhirnya pemadaman bergilir. Dengan masuknya kembali PLTU SLK Unit 1 ke sistem interkoneksi, pasokan daya diproyeksikan telah mencukupi kebutuhan pelanggan sehingga pelayanan listrik dapat kembali normal tanpa penerapan pemadaman bergilir,” ujarnya dalam keterangan sebelumnya.
Ia menjelaskan, tanggal 25 Agustus 2026 merupakan target penyelesaian perbaikan generator Unit 3 PLTU Asam-Asam yang bertujuan memperkuat cadangan daya sistem (reserve margin), bukan menjadi target normalisasi pelayanan kepada pelanggan.
“Dengan demikian, tidak ada perubahan target berakhirnya pemadaman bergilir yang tetap kami targetkan pada 5 Agustus 2026. Sementara penyelesaian perbaikan PLTU Asam-Asam pada 25 Agustus merupakan tahapan lanjutan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan, bukan penentu berakhirnya pemadaman bergilir,” tegasnya.(red)