WhatsApp Image 2026-08-10 at 10.54.04

JAKARTA — Pengukuhan Dewan Adat Dayak (DAD) DKI Jakarta dinilai tidak cukup dimaknai sebagai seremoni organisasi. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat Dayak di ibu kota untuk menunjukkan bahwa identitas budaya dapat berjalan beriringan dengan dinamika kehidupan perkotaan yang terus berubah.

Ketua DAD Kota Palangka Raya, Leonard S. Ampung, menilai keberadaan DAD DKI Jakarta memiliki posisi penting dalam menjaga eksistensi masyarakat Dayak sekaligus membangun ruang komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat di Jakarta.

Menurutnya, tantangan DAD ke depan bukan hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga bagaimana nilai-nilai budaya Dayak diterjemahkan ke dalam kehidupan masyarakat modern, terutama dalam merangkul generasi muda.

“DAD harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Generasi muda Dayak yang hidup di lingkungan urban perlu diberi ruang untuk berkontribusi dengan cara-cara yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kehidupan mereka,” ujar Leonard, Minggu 16/8/26 melalui aplikasi pesan singkat.

Ia menilai pendekatan digital menjadi salah satu cara yang dapat digunakan untuk memperkenalkan budaya Dayak secara lebih luas. Dengan demikian, budaya tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat menjadi bagian dari kehidupan generasi masa kini.

Di sisi lain, Leonard menekankan pentingnya nilai Huma Betang sebagai pijakan dalam membangun hubungan sosial. Falsafah tersebut, menurutnya, memiliki relevansi kuat dengan kondisi Jakarta yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Semangat Huma Betang mengajarkan bagaimana hidup bersama, saling menghargai dan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan. Nilai seperti ini sangat relevan diterapkan di kota sebesar Jakarta,” ungkapnya.

Leonard juga berharap DAD DKI Jakarta tidak berjalan sendiri. Organisasi tersebut diharapkan mampu membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas pemuda, serta berbagai elemen bangsa lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, DAD DKI Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi wadah pelestarian adat, tetapi berkembang menjadi organisasi yang responsif terhadap persoalan masyarakat, terbuka terhadap perubahan, dan mampu berkontribusi dalam menjaga suasana kebinekaan di ibu kota.

Bagi Leonard, keberadaan masyarakat Dayak di Jakarta pada akhirnya bukan sekadar tentang mempertahankan identitas asal, melainkan bagaimana identitas tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan di tengah keberagaman.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *