16082026012318_1

PALANGKA RAYA – Bundaran Besar Palangka Raya berubah menjadi ruang pesta rakyat, Sabtu (15/8/2026) malam. Ribuan warga dan berbagai elemen masyarakat berkumpul menikmati Huma Betang Night (HBN), yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Kodam XXII/Tambun Bungai.

Dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, kawasan Bundaran Besar tak hanya dipenuhi panggung dan hiburan. Para pejabat daerah, prajurit TNI-Polri, tokoh masyarakat, pelaku UMKM hingga warga berbaur menikmati rangkaian acara yang dikemas untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus HUT pertama Kodam XXII/Tambun Bungai.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran hadir bersama Ketua TP PKK Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran. Turut hadir Wakil Gubernur Edy Pratowo, Pangdam XXII/Tambun Bungai Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan, Kabinda Kalteng Muhammad Nur, Sekda Kalteng Lina Victoria Aden serta unsur Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat.

Bagi Agustiar, Huma Betang Night bukan sekadar acara hiburan. Nama yang diambil dari filosofi rumah panjang masyarakat Dayak itu sengaja diangkat untuk mengingatkan kembali nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari identitas Kalimantan Tengah.

“Kenapa dinamakan Huma Betang Night? Huma Betang itu adalah simbol kita bersama, yaitu untuk menjaga warisan leluhur kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Agustiar.

Menurutnya, perkembangan zaman dan digitalisasi membuat generasi muda semakin dekat dengan budaya global. Karena itu, tradisi dan kearifan lokal perlu terus diperkenalkan dalam bentuk yang dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.

“Kearifan lokal ini mulai tergerus oleh keadaan global dan digitalisasi. Kalau kita tidak jaga, siapa lagi yang menjaganya?” katanya.

Yang menarik, pesan budaya tersebut tidak disampaikan dalam suasana formal. HBN justru dikemas seperti pesta rakyat. Tari tradisional tampil di panggung, disusul fashion show Dekranasda Kalteng, modern dance, penampilan Rapper Dayak Pride, Gebyar Merah Putih prajurit Kodam XXII/Tambun Bungai hingga musisi lokal.

Suasana semakin ramai ketika ADA Band tampil menghibur masyarakat.

Agustiar juga melihat kegiatan seperti HBN dari sisi lain. Ketika masyarakat datang dan beraktivitas di ruang publik, perputaran ekonomi ikut bergerak. Pelaku UMKM mendapat ruang untuk menawarkan produk, sementara masyarakat mendapatkan hiburan gratis.

“Acara ini sekaligus juga untuk menggeliatkan perekonomian dan menghibur rakyat. Karena kebahagiaan Bapak/Ibu semua adalah kebahagiaan kami,” ujarnya.

Sekda Kalteng Lina Victoria Aden mengatakan HBN memang dirancang tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga ruang bertemunya berbagai elemen masyarakat. Selain memperkuat nasionalisme dan mengenalkan kearifan lokal, kegiatan tersebut diarahkan menjadi ruang publik yang positif sekaligus mendorong aktivitas UMKM.

“Semoga kebersamaan kita melalui HBN ini semakin menggelorakan semangat nasionalisme dan mempererat tali persaudaraan di Bumi Tambun Bungai, Tanah Berkah,” kata Lina.

Dari sisi pertahanan dan keamanan, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menjadikan HBN sebagai bagian dari momentum ulang tahun pertama Kodam. Ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat.

Zainul juga mengajak masyarakat menghidupkan semangat Mamut Menteng Isen Mulang, sebuah ungkapan yang menggambarkan keberanian dan pantang menyerah.

Memasuki musim kemarau, pesan tersebut juga diarahkan pada persoalan yang menjadi perhatian Kalteng setiap tahun. Ia mengingatkan masyarakat dan seluruh instansi terkait agar meningkatkan kerja sama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Selain hiburan, malam itu juga menjadi panggung penghargaan bagi para peserta berbagai perlombaan yang telah digelar sebelumnya. Medali, piagam, plakat dan uang pembinaan diberikan kepada para pemenang lomba lintas medan, menembak senapan, menembak pistol, renang militer, Orado dan catur.

Penghargaan diserahkan Gubernur bersama Kapolda Kalteng, Sekda Kalteng, Kabinda Kalteng dan jajaran terkait.

Rangkaian perayaan belum berhenti di Huma Betang Night. Panitia juga menginformasikan atraksi terjun payung yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2026 di halaman Kantor Gubernur Kalteng sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Malam itu, Bundaran Besar menjadi gambaran bagaimana budaya, olahraga, hiburan dan kebersamaan bisa bertemu dalam satu ruang. Ada prajurit yang tampil, seniman yang menghibur, pelaku UMKM yang berjualan dan masyarakat yang datang menikmati suasana.

Huma Betang Night akhirnya bukan hanya tentang panggung dan hiburan. Di balik kemeriahannya, ada upaya membawa kembali semangat Huma Betang ke ruang publik: berbeda-beda, tetapi tetap berkumpul dalam satu suasana kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *