IMG_20260928_164433

PALANGKA RAYA – Limbah tulang ikan tongkol yang selama ini kerap berakhir menjadi sampah justru membawa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (FK UPR) meraih prestasi di tingkat internasional.

Adalah Dzulfikar Fatih, mahasiswa FK UPR yang mengembangkan inovasi bernama “ThunnoDent”, dengan memanfaatkan tulang ikan tongkol (Euthynnus affinis) sebagai sumber hidroksiapatit alami untuk dikembangkan menjadi material komposit tambalan gigi.

Inovasi tersebut mengantarkan Dzulfikar meraih Juara II atau Second Place dalam The 12th UTU Awards International 2026 yang digelar di Meulaboh, Aceh Barat, pada 23 September 2026.

ThunnoDent berangkat dari persoalan sederhana di sekitar masyarakat, yakni limbah tulang ikan. Material yang sebelumnya kurang dimanfaatkan itu kemudian diteliti dan dikembangkan agar memiliki nilai guna di bidang kesehatan, khususnya sebagai bahan dasar material tambalan gigi.

Kompetisi tersebut diikuti 578 proposal dari 78 perguruan tinggi, dengan peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga sejumlah negara seperti Taiwan, Kenya, Malaysia, dan Rwanda.

Dalam proses pengembangan ThunnoDent, Dzulfikar mendapat bimbingan dari Drg. Agnes Frethernety, M.Biomed dan Dr. Apt. Maulitha Indrisari, S.Si., M.Si.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FK UPR, dr. Ni Nyoman Sri Yuliani, Sp.GK., AIFO-K, menyebut pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti mahasiswa FK UPR mampu membawa gagasan berbasis sumber daya lokal ke ajang internasional.

Menariknya, inovasi tersebut tidak hanya berbicara mengenai teknologi kesehatan, tetapi juga mempertemukan dua hal yang selama ini berada di ruang berbeda: limbah perikanan dan kebutuhan material kedokteran gigi.

Dari tulang ikan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, muncul sebuah gagasan penelitian yang kemudian mampu bersaing dalam kompetisi internasional.

Capaian Dzulfikar sekaligus menambah deretan prestasi mahasiswa FK UPR di bidang inovasi dan penelitian, sekaligus memperlihatkan potensi sumber daya lokal Kalimantan dan Indonesia untuk dikembangkan menjadi bagian dari solusi di bidang kesehatan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *