IMG-20260901-WA0460(1)

PALANGKA RAYA — Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Gereja Bethel Indonesia (GBI) Hope Rayo atau Hope Church Palangka Raya membuka fasilitas “Rumah Aman Asap” bagi masyarakat.

Posko yang berada di kawasan Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, itu mulai dimanfaatkan warga sebagai tempat berlindung dari paparan asap. Selain menyediakan fasilitas pendukung seperti tabung oksigen dan masker, posko tersebut juga memberikan pemeriksaan kesehatan serta membagikan vitamin dan logistik secara gratis.

Pemimpin Hope Church Palangka Raya, Kilat Kasanang, mengatakan keberadaan posko tersebut berangkat dari kondisi lingkungan sekitar gereja yang turut terdampak kabut asap.

Menurut dia, gereja memilih menggunakan fasilitas yang dimiliki untuk membantu warga yang membutuhkan, khususnya mereka yang mengalami gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang menurun.

“Kami berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat, mulai dari penyediaan tabung oksigen, masker, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Sebagai lembaga keagamaan, kami ingin kehadiran kami membawa dampak positif dan kepedulian nyata bagi warga sekitar,” kata Kilat.

Rumah Aman Asap beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB. Fasilitas tersebut terbuka bagi masyarakat umum tanpa membedakan usia maupun latar belakang.

Koordinator aksi sosial, Monica Crisdayanti, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan relawan dari berbagai latar belakang. Selain jemaat internal, sejumlah relawan Muslim dan pemuda setempat turut bergabung dalam pelayanan.

“Pelayanan kami terbuka untuk umum. Meski bertempat di lingkungan gereja, para relawan yang membantu berasal dari latar belakang yang beragam, termasuk warga Muslim. Kami ingin saling bantu tanpa memandang perbedaan,” ujarnya.

Pelayanan kesehatan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, termasuk penanganan keluhan sesak napas dan pemeriksaan kadar gula darah. Relawan juga membagikan masker dan vitamin kepada warga yang datang maupun masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.

Pada Selasa (1/9/2026), sekitar 3.000 hingga 5.000 masker bersama paket vitamin dibagikan kepada masyarakat. Bantuan tersebut berasal dari sejumlah donatur, baik dari wilayah lokal maupun luar daerah.

Aksi kemanusiaan ini melibatkan sejumlah komunitas dan organisasi kepemudaan, antara lain Ranu Welum, Youth X, serta Yayasan Borneo Hope Center.

Penyelenggara menyatakan Rumah Aman Asap dan layanan kesehatan gratis tersebut akan tetap dibuka selama kondisi kabut asap masih membutuhkan penanganan dan masyarakat masih memerlukan fasilitas perlindungan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *