5a563fd6-b73b-46ce-887d-a2652c1ddc32-1780944415525

BANJARBARU – Sebanyak 358 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 4 BDJ asal Kalimantan Tengah tiba di tanah air melalui Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Selasa (9/6/2026) dini hari. Kloter ini menjadi rombongan pertama jemaah haji asal Bumi Tambun Bungai yang kembali setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah, Hasan Basri, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemulangan yang melibatkan berbagai tahapan, mulai dari pendaratan pesawat, pemeriksaan kesehatan, imigrasi hingga penerimaan di debarkasi.

“Alhamdulillah, proses pemulangan dan kedatangan jemaah haji Kloter 4 BDJ berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Ini menjadi momen yang membahagiakan karena merupakan kloter pertama jemaah asal Kalimantan Tengah yang kembali menginjakkan kaki di tanah air,” ujar Hasan Basri.

Kloter 4 BDJ terdiri dari jemaah asal Kabupaten Kapuas, Murung Raya, Katingan, Barito Timur, dan Kota Banjarmasin. Dari total manifes keberangkatan sebanyak 360 orang, sebanyak 358 jemaah telah tiba di Indonesia, sementara dua jemaah asal Kabupaten Kapuas masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi.

“Dua jemaah masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Arab Saudi. Kita doakan bersama agar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali ke tanah air untuk berkumpul dengan keluarga,” katanya.

Secara umum, kondisi para jemaah yang telah tiba dilaporkan dalam keadaan sehat meski mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Hasan Basri juga mengingatkan bahwa nilai ibadah haji tidak hanya tercermin dari selesainya rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perilaku dan kontribusi di tengah masyarakat setelah kembali ke daerah masing-masing.

“Predikat haji mabrur tidak hanya tercermin dari gelar yang disandang, tetapi dari perubahan perilaku, meningkatnya kepedulian sosial, serta kualitas ibadah yang semakin baik setelah pulang dari Tanah Suci. Kami berharap para jemaah dapat menjadi teladan, membawa kedamaian, dan menjadi motor penggerak kebaikan di lingkungan tempat tinggalnya,” tutup Hasan Basri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *