MURUNG RAYA – Kehadiran satuan baru di Kabupaten Murung Raya menandai penguatan struktur pertahanan TNI AD di wilayah Kalimantan Tengah. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., meresmikan Kodim 1020/Murung Raya sekaligus Denzipur 16/Wira Bhatara Sangiang.
Peresmian tersebut turut dihadiri Bupati Murung Raya Heriyus, S.E., bersama istri, Irdam Brigjen TNI Triwahyu Mutaqin Akbar, Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si., para Asisten Kodam XXII/TB, Kazidam XXI/TB Kolonel Czi D. Panjaitan, Kapendam XXII/TB Kolonel Arh D.S. Manullang serta jajaran PJU Korem 102/Pjg.
Dalam amanatnya, Pangdam Zainul Arifin menyebut peresmian Kodim 1020/Murung Raya bukan sekadar penambahan satuan, tetapi menjadi bagian dari langkah memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kemampuan Kodam XXII/Tambun Bungai dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Ia meminta seluruh prajurit yang bertugas menjadikan kehormatan satuan sebagai tanggung jawab bersama. Nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, menurutnya, harus menjadi pedoman dalam menjalankan setiap tugas di lapangan.
“Setiap tugas harus dilaksanakan dengan disiplin, profesional dan penuh tanggung jawab,” pesan Pangdam.
Di sisi lain, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat serta seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberadaan TNI di daerah.
Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan. Karena itu, kebersamaan yang telah terbangun diharapkan tidak berhenti pada momentum peresmian, tetapi terus diperkuat dalam pelaksanaan tugas.
Menutup amanatnya, Pangdam berpesan kepada seluruh prajurit agar menjadikan keberadaan satuan baru tersebut sebagai ruang untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Dengan resmi berdirinya Kodim 1020/Murung Raya dan Denzipur 16/Wira Bhatara Sangiang, wajah pertahanan TNI di Murung Raya memasuki babak baru—dengan tuntutan pengabdian yang semakin dekat dengan masyarakat dan tantangan tugas yang semakin kompleks.