ChatGPT Image Jun 22, 2026, 06_02_11 PM

Palangka Raya – Menanggapi polemik yang berkembang di media sosial dan menyeret sejumlah figur publik hingga menjadi perbincangan luas, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya, Leonard S. Ampung, mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan ruang digital.

Menurut Leonard, perseteruan yang terjadi di media sosial merupakan bagian dari dinamika era digital yang tidak bisa dihindari. Namun demikian, setiap individu diharapkan tetap mengedepankan etika, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan dalam menyampaikan pendapat.

“Sebagai Ketua Dewan Adat Dayak Kota Palangka Raya, saya memandang fenomena perseteruan di media sosial, termasuk yang melibatkan figur publik seperti Ci Mehong dan Ernawati, sebagai cerminan dinamika era digital yang menuntut kedewasaan kita semua dalam berkomunikasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut pada dasarnya merupakan ranah personal yang berkembang di ruang digital. Meski demikian, nilai-nilai kearifan lokal tetap relevan menjadi pedoman dalam menjaga hubungan antarsesama, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Leonard mengatakan, falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat yang selama ini menjadi pegangan masyarakat Dayak mengajarkan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman, menghormati perbedaan, serta menyelesaikan persoalan dengan cara-cara yang bermartabat.

“Harapan saya, mari kita jadikan ruang digital sebagai ladang silaturahmi, bukan ajang perseteruan. Sebagai masyarakat Palangka Raya dan Kalimantan Tengah, mari kita perkuat nilai Huma Betang dan Belom Bahadat, hidup beradat, santun dalam bertutur kata, serta bijak dalam menyaring informasi,” katanya.

Leonard menambahkan, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk saling menyerang atau menimbulkan perpecahan.

“Perbedaan adalah kekayaan, sedangkan kedamaian adalah kekuatan. Mari bersama-sama menjaga marwah Bumi Tambun Bungai dengan semangat persatuan, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *